<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
  <title>Signal Harian &#183; The Signal</title>
  <link>https://the-signal.id/signal-harian.html</link>
  <description>Satu tulisan tiap hari kerja yang merangkai berita ekonomi hari itu jadi satu benang arah kebijakan.</description>
  <language>id-ID</language>
  <atom:link href="https://the-signal.id/feed.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/>
  <item>
    <title>Pemerintah Isi Kursi Kunci Keuangan, Pasar Pantau Ketat</title>
    <link>https://the-signal.id/signal-harian.html?edisi=2026-08-12</link>
    <guid isPermaLink="false">the-signal-harian-2026-08-12</guid>
    <pubDate>Wed, 12 Aug 2026 13:13:55 GMT</pubDate>
    <description><![CDATA[<p><strong>Hari ini sorotan pasar keuangan tertuju pada pengisian sejumlah posisi strategis, dari calon tunggal Gubernur Bank Indonesia hingga pembahasan kepemilikan Bursa Efek Indonesia, sementara data permintaan domestik Juli menunjukkan pola normalisasi musiman ketimbang pelemahan.</strong></p>
<h2>Kursi-kursi kunci sektor keuangan mulai terisi</h2>
<p>Presiden Prabowo mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mundur akhir Juli, sementara pemerintah juga menyebut sudah mengantongi calon Gubernur PFII dari kalangan internal, dan Danantara masih membahas porsi kepemilikan sahamnya di BEI bersama OJK di tengah proses demutualisasi bursa. Ketiganya menunjukkan pola yang sama, tokoh dan entitas dari lingkaran pemerintah mengisi posisi-posisi strategis di lembaga keuangan yang sebelumnya lebih independen dari struktur pemerintahan sehari-hari. Pasar mengikuti dari dekat, rupiah bergerak dari Rp17.824 per dolar AS pada Selasa ke Rp17.848 pada Rabu pagi, dengan pencalonan Destry disebut sebagai salah satu faktor yang dicermati investor. Arah ini akan lebih terkonfirmasi begitu DPR menuntaskan uji kelayakan Destry dan Danantara resmi mengambil porsi saham di BEI.</p>
<h2>Permintaan domestik: normalisasi atau mulai melambat</h2>
<p>Data Juli yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan sinyal campuran. Penjualan eceran diproyeksikan naik 0,9 persen secara tahunan namun turun 0,3 persen dibanding Juni, yang menurut BI disebabkan normalisasi permintaan pasca hari besar keagamaan dan libur sekolah. Kontraksi penjualan properti residensial primer mengecil tajam dari 25,67 persen menjadi 2,36 persen secara tahunan, sementara uang primer tumbuh dipercepat dari 13,8 persen menjadi 17,1 persen yoy. Namun Indeks Keyakinan Konsumen justru melambat ke 116,8, dengan dua komponen pembentuknya, indeks kondisi ekonomi saat ini dan indeks ekspektasi konsumen, kompak turun. Bukti saat ini condong ke skenario normalisasi musiman ketimbang pelemahan struktural, karena penjelasan resmi BI sendiri mengaitkan penurunan bulanan dengan faktor libur panjang, dan likuiditas justru melebar. Yang membedakan dua skenario ini adalah apakah keyakinan konsumen dan penjualan eceran kembali naik begitu efek libur usai, atau justru terus melandai, dan itu akan mulai terlihat dari rilis Survei Konsumen BI serta data penjualan eceran untuk Agustus 2026 yang biasa dipublikasikan akhir Agustus hingga awal September.</p>
<h2>Ekspor digenjot ke pasar baru, mamin masih tertinggal</h2>
<p>Kemendag mencatat sejumlah langkah dagang dalam sehari, penandatanganan ekspor cokelat bubuk dan karbon aktif senilai Rp3,5 miliar ke importir Arab Saudi, serta pembahasan perluasan ekspor otomotif dengan TMMIN menjelang target penyelesaian kerja sama dagang dengan negara-negara Teluk paling lambat November 2026. Di saat bersamaan, ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia tercatat USD6,25 miliar pada 2025, masih di bawah Thailand dan Vietnam serta nyaris disusul Singapura, walau pasar mamin global tumbuh 7 persen per tahun. Skala kesepakatan yang muncul hari ini, Rp3,5 miliar untuk satu transaksi, tergolong kecil dibanding total perdagangan nonmigas RI-Arab Saudi yang mencapai USD1,68 miliar hanya dalam semester pertama 2026, sehingga besaran nyata dari dorongan diversifikasi pasar ke Timur Tengah ini belum terlihat dari angka hari ini. Penanda yang akan menunjukkan apakah dorongan ini membuahkan hasil signifikan adalah rampungnya perundingan kerja sama dagang dengan GCC yang ditargetkan tuntas paling lambat November 2026.</p>
<p>Yang paling menentukan arah sehari ke depan adalah bagaimana pasar merespons begitu proses pencalonan Destry Damayanti mulai dibahas DPR, serta apakah data konsumsi berikutnya menegaskan pola normalisasi musiman atau justru pelemahan lanjutan.</p>
<hr>
<p><a href="https://the-signal.id/signal-harian.html">Baca di situs</a> &middot; Signal Harian dirangkai redaksi The Signal dari berita ekonomi hari itu, bersumber dari tvOneNews, keterbukaan informasi IDX, dan siaran pers lembaga resmi.</p>]]></description>
  </item>
</channel>
</rss>
