Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan kesepakatan awal pembelian produk pangan Indonesia oleh 14 produsen bumbu, makanan, dan minuman lokal dengan importir dari lima negara, yaitu Belanda, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. Kesepakatan ini berbentuk nota kesepahaman dan surat pernyataan minat yang ditandatangani di Paviliun S'RASA dalam ajang Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10). Menurut Kementerian Perdagangan, potensi nilai transaksi dari kesepakatan ini mencapai US$25,2 juta. Bagi produsen pangan lokal, ini membuka jalur baru untuk memasok restoran Indonesia di luar negeri sekaligus menjajaki pasar ekspor yang lebih luas di kelima negara tersebut.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari Program S'RASA atau Rasa Rempah Indonesia, hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Pariwisata. Program ini dirancang untuk memperluas jaringan restoran Indonesia di luar negeri sebagai pintu masuk ekspor bumbu dan bahan pangan khas Indonesia. Mendag Budi Santoso mengatakan, ketika restoran Indonesia hadir di suatu negara, produk pendukung dan bahan bakunya diharapkan ikut terekspor ke sana.

Angka BPSNilai ekspor
26,6 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.

Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$Agustus 2026: 26,6 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.61219.693September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$Agustus 2026: 26,6 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.61222.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Salah satu contoh konkret dari program ini adalah DBFOODS (PT Dua Banteng Internasional), yang mengikuti proses kurasi dan penjajakan bisnis secara daring sebelum TEI ke-41 digelar. Produk DBFOODS berhasil menarik minat importir dari Belanda dan berlanjut ke penandatanganan kontrak ekspor, dengan pendampingan Atase Perdagangan RI di Den Haag. Pendiri DBFOODS, Herry Kurniadi, menyebut dukungan program S'RASA membuka kesempatan bagi produknya untuk menjangkau pasar internasional.