Rabu, 12 Agustus 2026 · 14.13 WIB
IHSG 6.346,90 ▲0,05% USD/IDR 17.849 ▲0,00% Emas (spot) Rp2.529rb ▲0,44%
Signal Harian

Konsumsi Mereda Usai Libur, Likuiditas BI Melaju

Rabu, 12 Agustus 2026 · dirangkai dari 8 berita

Data Bank Indonesia hari ini menangkap dua pola berlawanan arah, konsumsi rumah tangga yang mulai kehilangan momentum setelah puncak libur panjang, dan likuiditas perbankan yang justru melaju lebih kencang di tengah perhatian pasar pada pergantian Gubernur BI.

01

Konsumsi Melandai Setelah Musim Libur

Tiga indikator konsumsi bergerak searah menuju perlambatan bulanan meski tahunan masih tumbuh. Penjualan eceran Juli diproyeksi naik 0,9 persen secara tahunan tapi turun 0,3 persen dibanding Juni akibat normalisasi permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional dan libur sekolah. Indeks Keyakinan Konsumen turun ke 116,8, dengan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini melemah dari 109,2 ke 107,9 dan Indeks Ekspektasi Konsumen dari 126,4 ke 125,7. Penjualan properti residensial primer pun masih terkontraksi 2,36 persen meski jauh membaik dari kontraksi 25,67 persen setahun lalu. Arahnya menuju pelandaian pasca efek libur, dan penjualan eceran Agustus akan jadi penanda apakah pelandaian ini berlanjut atau berhenti di titik ini saja.

02

Likuiditas BI Melaju, Rupiah Bergerak Sempit

Pertumbuhan uang primer adjusted BI melompat dari 13,8 persen menjadi 17,1 persen secara tahunan pada Juli, ditopang giro bank umum yang tumbuh 17,1 persen dan uang kartal 15,1 persen, membawa total M0 Adjusted ke Rp2.254,5 triliun. Bersamaan dengan itu, rupiah bergerak di kisaran sempit, kurs Jisdor melemah 29 poin ke Rp17.824 pada Selasa lalu berbalik menguat 13 poin ke Rp17.848 pada Rabu pagi, saat pasar menyoroti pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan tinjauan MSCI hari ini. Arahnya menuju ekspansi likuiditas yang berjalan beriringan dengan nilai tukar yang relatif tertahan menjelang kejelasan kepemimpinan BI. Hasil proses pemilihan Gubernur BI dan tinjauan MSCI akan jadi penentu apakah pola ini bertahan.

Yang paling menentukan besok adalah apakah data konsumsi lanjutan menegaskan pelandaian ini sebagai tren atau sekadar efek musiman sesaat, sementara kejelasan proses Gubernur BI akan menjadi acuan bagi arah nilai tukar.

Signal Harian disusun redaksi The Signal dari seluruh berita yang terbit hari itu. Isinya pembacaan arah, bukan penilaian benar atau salah atas kebijakan, dan bukan rekomendasi investasi.

Baca berita hari ini →