PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengajukan perubahan rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD II) yang diterbitkan pada 2022 senilai Rp2,65 triliun. Dana itu awalnya seluruhnya dialokasikan untuk setoran modal ke anak usaha di bidang investasi, yaitu PT Jasamarga Jogja Solo untuk tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, PT Jasamarga Jogja Bawen untuk tol Yogyakarta-Bawen, PT Karian Water Services untuk proyek SPAM Karian-Timur, PT Jalintim Adhi Abipraya, serta investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol. Berdasarkan laporan realisasi dana ke Otoritas Jasa Keuangan per 30 Juni 2026, tersisa dana Rp378,69 miliar yang belum terpakai.
Mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan penataan BUMN, Adhi Karya memutuskan tidak lagi menambah setoran modal ke entitas investasi dan mengalihkan dana tersebut menjadi modal kerja perseroan. Alokasi ke PT Jasamarga Jogja Solo dipangkas dari rencana Rp2,005 triliun menjadi Rp1,683 triliun, ke PT Jasamarga Jogja Bawen dari Rp535 miliar menjadi Rp532,19 miliar, ke PT Jalintim Adhi Abipraya dari Rp70 miliar menjadi Rp54,32 miliar, dan ke investasi pengolahan limbah dan jalan tol dari Rp41,5 miliar menjadi Rp2,69 miliar. Selisih dari pemangkasan itu, totalnya Rp378,69 miliar, dialihkan untuk mendukung penyelesaian proyek carry over berupa pembelian material konstruksi, pembayaran tenaga kerja dan subkontraktor, serta mobilisasi peralatan, dengan rencana penggunaan sejak disetujui RUPSLB sampai kuartal IV 2026.
Perseroan menegaskan belum ada kesepakatan perjanjian terkait modal kerja ini saat keterbukaan informasi disampaikan, dan tidak ada transaksi dengan pihak berafiliasi dalam perubahan ini. Persetujuan perubahan penggunaan dana akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 13 November 2026 pukul 14.00 WIB di ADHI Tower, Cawang, Jakarta Timur, bersamaan dengan agenda persetujuan transaksi material rencana divestasi saham ADHI di PT Jasamarga Jogja Solo. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 21 Oktober 2026.
