AKPI: Komisaris Henry Liem jual 400.000 saham, Rp207 juta
Komisaris Argha Karya Prima Henry Liem melepas 400.000 saham AKPI pada 6 Oktober 2026, mengurangi kepemilikannya dari 6,69 juta jadi 6,3 juta lembar saham.
7 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
Henry Liem, anggota Dewan Komisaris Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI), melaporkan penjualan saham perusahaan ke Otoritas Jasa Keuangan pada 7 Oktober 2026. Berdasarkan dokumen itu, penjualan dilakukan secara tidak langsung sebanyak dua kali pada 6 Oktober 2026, yaitu 200.000 saham biasa di harga Rp520 per lembar dan 200.000 saham biasa lagi di harga Rp515 per lembar. Keduanya tercatat dengan tujuan jual saham, sehingga total saham yang dilepas mencapai 400.000 lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp207 juta.
Dengan penjualan itu, kepemilikan Henry Liem di AKPI berkurang dari 6.698.159 lembar saham menjadi 6.298.159 lembar saham, atau turun 400.000 lembar. Porsi hak suaranya di perusahaan ikut menyusut dari 1,094 persen menjadi 1,0287 persen. Jumlah saham yang dilepas setara dengan sekitar 5,97 persen dari total kepemilikannya sebelum transaksi, sehingga dia tetap memegang lebih dari 6,29 juta lembar saham AKPI setelah transaksi ini.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal AKPI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.