PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia setelah menerima surat permintaan klarifikasi bernomor S-11875/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 11 September 2026 terkait lonjakan volatilitas transaksi sahamnya. Menurut data yang dikutip perusahaan dalam suratnya, pada 9 September 2026 volume perdagangan saham AKSI melonjak menjadi 11.415.900 lembar dengan frekuensi 3.262 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 773.600 lembar dengan frekuensi 423 kali. Harga saham ikut naik Rp36 atau 12,95 persen, dari Rp278 menjadi Rp314 pada penutupan.

Menjawab enam poin pertanyaan standar dari Bursa, manajemen AKSI menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keberlangsungan usaha perusahaan yang belum diungkapkan ke publik. Perusahaan juga menyatakan tidak mengetahui aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu sesuai ketentuan OJK, serta belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan ke depan yang berdampak pada status pencatatan sahamnya di Bursa. Berdasarkan konfirmasi Corporate Secretary kepada pemegang saham utama, pihak tersebut juga menyatakan belum ada rencana lain terkait kepemilikan sahamnya di AKSI dalam waktu dekat.

Surat tanggapan ini disampaikan secara elektronik pada 14 September 2026 pukul 17.06 WIB, ditandatangani oleh Doddy Hermawan selaku Direktur Utama, dengan lampiran surat balasan resmi yang turut ditandatangani Roni Tan selaku Direktur atau Corporate Secretary perusahaan. AKSI menegaskan komitmennya untuk mematuhi ketentuan OJK dan Bursa mengenai keterbukaan informasi kepada publik.