PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026, melalui surat nomor 82/SRT-CS/X/2026 tertanggal 28 Oktober 2026. Laporan ini ditandatangani oleh Vishal Tulsian selaku Direktur Utama, yang menyatakan bertanggung jawab penuh atas kelengkapan dan kebenaran seluruh informasi di dalamnya.

Laba bersih periode berjalan tercatat Rp227,7 miliar, naik sekitar 30 persen dari Rp174,6 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini ditopang pendapatan bunga yang naik dari Rp1,05 triliun menjadi Rp1,34 triliun, meski beban bunga ikut melonjak hampir dua kali lipat dari Rp66,7 miliar menjadi Rp129,5 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian naik dari Rp9,5 menjadi Rp12,4.

Dari sisi neraca, kredit yang diberikan kepada pihak ketiga melonjak 31,6 persen dari Rp3,96 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp5,22 triliun per 30 September 2026, sementara kredit kepada pihak berelasi relatif stabil di kisaran Rp11,3 miliar. Seiring pertumbuhan kredit itu, cadangan kerugian penurunan nilai kredit naik 24,3 persen menjadi Rp638,6 miliar dari Rp513,4 miliar. Total aset naik tipis menjadi Rp6,84 triliun, sedangkan dana simpanan dari bank lain justru turun dari Rp302,7 miliar menjadi Rp199,4 miliar. Total ekuitas naik dari Rp3,42 triliun menjadi Rp3,45 triliun.

Selama sembilan bulan ini, perseroan membayar dividen tunai total Rp180,3 miliar, terdiri dari Rp110,1 miliar atas laba bersih tahun 2025 dan Rp70,3 miliar dividen interim atas laba 2026. Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasi justru negatif Rp213,3 miliar, melebar dari negatif Rp122,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu, karena penyaluran kredit baru tumbuh lebih cepat daripada penghimpunan dana pihak ketiga. Kas dan setara kas pada akhir periode turun menjadi Rp718 miliar dari Rp903,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.