PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) menyampaikan materi public expose tahunan ke Bursa Efek Indonesia, menyusul surat pemberitahuan rencana penyelenggaraan acara tersebut pada 21 Oktober 2026. Laporan ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan Arief Wana dan diterbitkan pada 30 Oktober 2026, dengan materi presentasi memuat kinerja perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 30 Juni 2026, serta rencana acara public expose pada 4 November 2026.
Dalam materi tersebut, AMOR melaporkan dana kelolaan atau AuM naik 35 persen dari Rp24 triliun pada Juni 2025 menjadi Rp32,4 triliun pada Juni 2026. Kenaikan ini ditopang aliran dana masuk bersih Rp11,6 triliun dan keuntungan selisih kurs Rp0,8 triliun, meski sebagian tergerus kinerja investasi negatif Rp3,9 triliun akibat gejolak pasar pada semester kedua tahun buku. Pendapatan bersih perusahaan tumbuh 17,3 persen, sementara beban operasional naik 18,5 persen sehingga margin EBITDA sedikit melandai dari 47 persen menjadi 46 persen. Laba sebelum pajak naik 18,4 persen dan laba bersih naik 17,1 persen, dengan laba per saham naik dari Rp33 menjadi Rp38.
Komposisi dana kelolaan AMOR bergeser selama setahun terakhir. Pangsa pasar reksa dana saham perusahaan turun dari 68,6 persen menjadi 42,6 persen, sementara pangsa pasar reksa dana pendapatan tetap naik dari 24,9 persen menjadi 53,0 persen, seiring preferensi investor yang beralih ke instrumen pendapatan tetap. Di sisi biaya, komisi agen penjual reksa dana melonjak 76 persen menjadi Rp162 miliar, sejalan dengan pertumbuhan penjualan reksa dana. Kas perusahaan per Juni 2026 tercatat Rp130 miliar, turun dari Rp180 miliar setahun sebelumnya, sementara modal awal yang ditempatkan di produk reksa dana milik sendiri naik menjadi Rp131 miliar untuk mendukung pengembangan produk baru.
Perusahaan juga melaporkan total dividen tahun buku 2025/2026 sebesar Rp79 miliar, naik 10 persen dari tahun sebelumnya, dengan rasio pembayaran dividen tetap tinggi di kisaran 99 persen dari laba inti. AMOR melakukan pembelian kembali saham senilai Rp7 miliar sepanjang tahun ini, naik dari Rp1 miliar pada tahun sebelumnya, sehingga saham treasuri perusahaan kini mencapai 30,9 juta lembar atau 1,4 persen dari total saham beredar. Perusahaan juga menyebut telah meluncurkan reksa dana syariah baru yang berinvestasi pada saham dan obligasi pasar negara berkembang, serta memperkuat strategi pemasaran untuk mendukung pertumbuhan AuM.
