Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, membuka peluang bagi badan usaha milik negara untuk mengelola cadangan kedelai nasional. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjawab pertanyaan soal pentingnya cadangan kedelai di tengah pasokan dalam negeri yang masih bergantung pada impor. Bila rencana ini terwujud, pemerintah akan punya alat tambahan untuk menahan gejolak harga kedelai, komoditas yang selama ini ikut menentukan biaya produksi tahu dan tempe di berbagai daerah.

Amran mengatakan pemerintah tidak akan menghalangi apabila ada BUMN yang berminat menjalankan penugasan tersebut. Ia menyebut BUMN sebagai pihak yang semestinya mengelola cadangan kedelai, bukan kementerian yang ia pimpin. Meski begitu, ia belum menunjuk BUMN tertentu dan menegaskan pelaksanaannya baru bisa berjalan setelah dicocokkan dengan regulasi yang masih harus ditelaah lebih dulu.

Pernyataan itu disampaikan Amran di Jakarta, Selasa (22/9/2026), di sela penerimaan keluarga aparatur sipil negara Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur ditembak saat menyalurkan bantuan peternakan di Papua Pegunungan. Amran menilai keberadaan cadangan kedelai nasional penting agar pemerintah punya penyangga saat distribusi terganggu atau harga di pasar domestik bergejolak, mengingat sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi dari impor.