PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, melalui surat Corporate Secretary Muhammad Farras Zulna bertanggal 28 Juli 2026. Secara konsolidasian, penjualan bersih perusahaan penyedia valve dan produk terkait ini naik menjadi Rp185,25 miliar pada semester I 2026, dari Rp169,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha juga naik dari Rp17,87 miliar menjadi Rp21,37 miliar, dan laba bersih konsolidasian, yaitu yang sudah termasuk bagian milik pemegang saham nonpengendali di anak usaha, naik dari Rp10,96 miliar menjadi Rp11,87 miliar.

Namun laba yang benar-benar menjadi hak pemegang saham utama APII justru turun dari Rp10,83 miliar menjadi Rp8,37 miliar, atau turun sekitar 22,7 persen. Penyebabnya, porsi laba yang jatuh ke pemegang saham nonpengendali di anak usaha melonjak drastis dari Rp131,8 juta menjadi Rp3,51 miliar. Dengan jumlah saham beredar tetap di 1.075.760.000 lembar, laba per saham yang menjadi hak pemegang saham utama turun dari sekitar Rp10,1 menjadi sekitar Rp7,8 per lembar. Di sisi neraca, kas dan setara kas perusahaan naik dari Rp13,84 miliar menjadi Rp23,25 miliar, sementara utang bank jangka pendek turun dari Rp136,39 miliar menjadi Rp121,0 miliar. Total ekuitas naik dari Rp429,27 miliar menjadi Rp443,45 miliar, meski perusahaan juga membagikan dividen Rp4,30 miliar pada periode ini.

Dalam catatan perusahaan, APII kini memiliki 11 entitas anak, bertambah satu dari periode sebelumnya dengan masuknya PT Amanah Nusantara Sejahtera yang bergerak di perdagangan klep dan jasa konstruksi di Jakarta serta mulai beroperasi tahun 2026. Dua anak usaha lain, PT Internasional Multi Jaya Tekindo dan PT Internasional Multi Jaya Logam di Purwakarta, tercatat belum beroperasi sejak didirikan pada 2025.