Investor asing melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai total Rp348,4 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia sepanjang 14-18 September 2026. Tekanan jual ini menarik perhatian karena terjadi bersamaan dengan aksi beli asing yang justru deras masuk ke sejumlah saham tambang lain, termasuk BRMS, ANTM, AADI, dan EMAS, menurut data Stockbit Sekuritas.

Saham BUMI menjadi salah satu yang paling tertekan, dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp178,7 miliar dalam sepekan. Pada penutupan perdagangan Jumat, 18 September 2026, harga BUMI anjlok 4,4 persen ke Rp193 per saham, sehingga penurunan dalam sepekan mencapai 8,9 persen. Meski begitu, secara bulanan BUMI masih mencatat kenaikan 6,6 persen, sedangkan sejak awal tahun harganya masih ambles 47,2 persen.

ADRO mengalami tekanan serupa dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp169,7 miliar pada periode yang sama. Harga saham ini ditutup turun 1,1 persen ke Rp2.640 pada Jumat, membuat pergerakannya dalam sepekan relatif stagnan. Namun performa bulanannya masih positif dengan kenaikan 4,3 persen, dan sejak awal tahun ADRO bahkan telah melesat 45,8 persen.

Di sisi lain, BRMS mencatatkan pembelian bersih asing terbesar di antara saham tambang dengan nilai Rp367,1 miliar pada pekan yang sama. Sejumlah saham tambang lain seperti ANTM, AADI, dan EMAS juga turut diburu investor asing pada periode tersebut, menunjukkan bahwa aliran dana asing tidak sepenuhnya meninggalkan sektor pertambangan.