PT Avia Avian Tbk (AVIA) mengoreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham per 30 Juni 2026, merevisi surat sebelumnya nomor 073/AA/CORSEC/VII/2026 tertanggal 13 Juli 2026. Surat koreksi bernomor 099/AA/CORSEC/X/2026 ini diteken Direktur Kurnia Hadi Sinanto pada 9 Oktober 2026. Dari total dana IPO Rp5,766 triliun yang diperoleh saat pencatatan saham pada 30 November 2021, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp119,36 miliar, hasil bersih yang bisa dipakai perusahaan adalah Rp5,646 triliun.

Rincian realisasi yang direvisi menunjukkan belanja modal PT Avia Avian Tbk hanya terpakai Rp565,38 miliar atau 10,01 persen dari total dana, lebih rendah dari rencana awal Rp702,14 miliar atau 12,43 persen. Pos lain tidak berubah: modal kerja AVIA Rp2,979 triliun (52,77 persen), pelunasan pokok utang bank AVIA Rp550 miliar (9,74 persen), modal kerja anak usaha PT Tirtakencana Tatawarna Rp950 miliar (16,82 persen), belanja modal Tirtakencana Rp85 miliar (1,51 persen), dan pelunasan pokok utang bank Tirtakencana Rp380 miliar (6,73 persen). Total dana yang sudah terpakai sampai 30 Juni 2026 mencapai Rp5,509 triliun, menyisakan Rp136,76 miliar yang belum terserap.

Sisa dana itu kini disimpan di tiga rekening giro bank, yakni Rp2,99 miliar di Bank Mandiri, Rp133,62 miliar di UOB, dan Rp152,39 juta di BCA, semuanya dengan bunga 0 persen. Menurut dokumen ini, dana yang belum terpakai tersebut menunggu penyelesaian pembangunan pabrik baru perusahaan di Cirebon, dengan target rampung akhir Juni 2027.