Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai menjalani tahap uji coba atau proof of concept untuk teknologi insinerator ramah lingkungan bernama PARK PYRO Series pada Selasa, 22 September 2026. Mesin ini dirancang untuk memusnahkan sampah tanpa menghasilkan asap pembakaran yang mencemari udara, sejalan dengan target 'zero waste zero emisi' di kawasan bandara. Kapasitas olahnya mencapai 20 ton sampah per hari, sesuai dengan volume sampah harian yang tinggi di gerbang udara utama Indonesia.

Uji coba ini merupakan hasil kolaborasi PT Park Tahta Berjaya selaku penyedia teknologi, PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara, dan PT IAS Support Indonesia yang menangani operasional sumber daya manusia di lapangan. Persiapannya sudah berjalan sejak Maret 2026, mencakup instalasi mesin, pengujian teknis, hingga pelatihan keselamatan kerja bagi para operator.

Deputy General Manager Airport Facility, Equipment & Technology Services CGK Angkasa Pura Indonesia, Gani Wijaya, menyebut uji coba ini sebagai fondasi evaluasi tata kelola sampah di lingkungan penerbangan, dengan harapan dapat menjadi percontohan bagi bandara-bandara lain di Indonesia. Manpower & Facility Services Operation Group Head IAS Support Indonesia, Andy Ihza Mahendra, menambahkan bahwa alih teknologi ini turut meningkatkan pemahaman sumber daya manusia lokal dalam mengoperasikan mesin secara tepat dan aman.

Direktur PT Park Tahta Berjaya, Anatolia Gita, menjelaskan bahwa PARK PYRO dirancang khusus sebagai solusi pemusnahan sampah tanpa asap pembakaran yang mencemari udara. Sebelum diuji di Soekarno-Hatta, teknologi ini lebih dulu diterapkan untuk mengolah 10 ton sampah per hari di Mataram dan 20 ton sampah per hari di kawasan wisata Gili Trawangan, sehingga penerapan kali ini menjadi lokasi ketiga sekaligus yang pertama di infrastruktur transportasi berskala nasional.