Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada puluhan perusahaan tercatat yang terlambat menyampaikan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026. Berdasarkan pengumuman resmi bernomor Peng-S-00033/BEI.PLP/10-2026 tertanggal 9 Oktober 2026, dari 956 emiten yang wajib menyampaikan laporan tersebut, 886 di antaranya sudah tepat waktu. Sisanya, 70 emiten, belum memenuhi kewajiban itu hingga tenggat yang ditetapkan, yakni 29 September 2026 untuk laporan tanpa opini akuntan publik, dan 30 September 2026 untuk laporan yang ditelaah terbatas maupun yang diaudit akuntan publik.
Sanksi paling berat jatuh ke 62 emiten di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru yang belum menyerahkan laporan keuangan tanpa laporan akuntan publik. Mereka menerima Peringatan Tertulis III sekaligus denda Rp150 juta per emiten, sehingga total denda kelompok ini mencapai sekitar Rp9,3 miliar. Daftarnya mencakup ALTO, ARKA, ARMY, ARTI, BEBS, BHAT, BIKA, BOSS, BTEL, CBMF, COAL, COWL, CPRI, DEAL, DUCK, ENVY, ETWA, GAMA, GOLL, HITS, HKMU, HOME, HOTL, INCF, INDX, IPPE, JMAS, JSKY, KAYU, KBRI, LCGP, LCKM, LMAS, MABA, MAGP, MREI, MTRA, NUSA, PLAS, PMMP, POOL, PTDU, PURE, RAFI, RIMO, SBAT, SIMA, SKYB, SRIL, SUGI, SWAT, TAYS, TDPM, TECH, TELE, TGRA, TOPS, TOYS, TRAM, TRIL, UNIT, dan ZBRA.
Dua emiten di Papan Akselerasi, yaitu MENN dan SOUL, mendapat Peringatan Tertulis III tanpa denda karena papan tersebut memakai skema sanksi berbeda. Dua emiten lain, INRU dan PGAS, belum menyampaikan laporan yang ditelaah terbatas oleh akuntan publik sehingga masing-masing dikenakan Peringatan Tertulis II dan denda Rp50 juta. Sementara empat emiten, APIC, DPNS, NATO, dan NINE, baru dikenakan Peringatan Tertulis I karena belum menyerahkan laporan keuangan versi audit akuntan publik.
Di luar 70 emiten yang disanksi, BEI mencatat 55 efek tidak wajib menyampaikan laporan ini, terdiri dari 47 ETF, 3 DIRE, dan 5 waran terstruktur. Enam emiten dengan tahun buku berbeda dari kebanyakan perusahaan tercatat, yaitu AMIN, HEXA, IKBI, AMOR, CANI, dan RIGS, seluruhnya tercatat menyampaikan laporan tepat waktu sesuai tenggat masing-masing.
