PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menggelar public expose insidentil secara daring pada Kamis, 24 September 2026, pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Acara ini digelar memenuhi permintaan Bursa Efek Indonesia yang disampaikan lewat surat elektronik pada 21 September 2026, menyusul surat rencana penyelenggaraan yang dikirim Perseroan sehari setelahnya. Hadir mewakili manajemen adalah Erik Kusuma selaku Direktur Utama, serta Muhamad Kuswandi dan Nadila Syafira selaku Direktur. Di luar jajaran manajemen, acara ini diikuti 16 peserta yang terdiri dari analis pasar modal dan investor. Agenda yang dibahas mencakup perkembangan operasional Perseroan dan anak usaha, ringkasan laporan keuangan terakhir, rencana usaha ke depan, serta informasi material yang belum disampaikan ke publik.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen ditanya soal kelanjutan nota kesepahaman pengembangan kawasan Pasar Minggu. Perseroan menjawab bahwa saat ini masih menyusun perencanaan detail teknis atau DED, dan konstruksi baru dimulai setelah tahap itu rampung, dengan estimasi pengerjaan selama 2 sampai 3 tahun. Investor juga mempertanyakan alasan Perseroan berekspansi ke sektor tambang, energi, dan golf di tengah kondisi rugi bersih Rp19,18 miliar dan ekuitas yang terbatas. Manajemen menjawab bahwa sektor tambang dan energi dinilai strategis untuk jangka panjang, dan menyebut adanya tawaran penguatan modal kerja dari pemegang saham pengendali yang saat ini masih dalam proses kajian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Pertanyaan paling tajam menyasar rencana akuisisi 6 anak usaha dan 3 lahan tambang seluas sekitar 27.786 hektare. Investor meminta kepastian bahwa transaksi ini berjalan wajar atau arm's length, mengingat harga, sumber dana, dan pihak penjual belum diungkapkan. Perseroan hanya menjawab akan mengikuti ketentuan Bursa dan OJK serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, tanpa membuka angka atau nama pihak yang dimaksud. Perseroan juga ditanya mengapa sebelumnya menyatakan tidak ada informasi material yang belum diungkap, padahal rencana akuisisi besar ini baru dipaparkan bersamaan dengan lonjakan harga saham yang memicu suspensi perdagangan. Jawabannya, Perseroan mengaku telah menyampaikan informasi sesuai ketentuan keterbukaan yang berlaku berdasarkan data yang tersedia saat itu. Soal kesiapan legal dan perpajakan untuk mengonsolidasikan lini usaha tambang, energi, IT, dan golf ke dalam satu entitas terbuka, termasuk perizinan IUP yang clean and clear, Perseroan menyatakan masih mempersiapkannya bersama profesional eksternal.