PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menyampaikan materi Public Expose Insidentil yang akan digelar Kamis, 24 September 2026 pukul 15.00 WIB melalui Zoom Meeting. Acara ini merupakan tindak lanjut dari surat penghentian sementara perdagangan saham (suspensi cooling down) yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia pada 21 September 2026 dengan nomor Peng-SPT-00181/BEI.WAS/09-2026, menyusul kenaikan harga saham BIKE yang signifikan secara kumulatif. Suspensi itu dibuka kembali sehari kemudian melalui surat Peng-UPT-00191/BEI.WAS/09-2026. Paparan akan dibawakan tiga direksi sebagai panelis, yaitu Direktur Utama Eric Kusuma, Direktur Muhammad Kuswandi, dan Direktur Nadila Syafira.
Dalam materi tersebut, BIKE membuka kondisi keuangan per 30 Juni 2026. Pendapatan bersih perusahaan tercatat Rp121,12 miliar dan perusahaan membukukan rugi bersih Rp19,18 miliar untuk periode Januari hingga Juni 2026. Total aset perusahaan berada di angka Rp98,02 miliar, dengan total liabilitas Rp32,50 miliar dan total ekuitas Rp65,52 miliar.
Soal rencana usaha, BIKE menyatakan tetap menjalankan bisnis inti sepeda dan alat olahraga, sembari menjajaki kerja sama baru yang sudah dituangkan dalam beberapa nota kesepahaman (MoU) tahap awal. Perusahaan tengah mengkaji penambahan izin usaha di bidang Energi, IT, Golf, Industri, dan Investasi melalui studi kelayakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sekaligus mengkaji penguatan modal kerja lewat kajian fairness opinion oleh KJPP yang sama. Perusahaan juga mengaku telah melakukan kajian akuisisi atas enam anak usaha, yaitu PT RK, PT PEG, PT FDP, PT SMI, PT MTI, dan PT KBI, serta rencana akuisisi lahan tambang milik PT BSR seluas 9.660 hektare, PT TBM seluas 8.126 hektare, dan PT WCM seluas 10.000 hektare. Seluruh rencana ini disebut masih dalam tahap kajian dan menunggu persetujuan serta perizinan yang diperlukan.
Terkait lonjakan harga sahamnya, BIKE menegaskan pergerakan itu merupakan hasil dinamika pasar yang berada di luar kendali perusahaan, dan hingga pelaksanaan public expose ini tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan ke publik.
