PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 8 September 2026, merujuk pada rencana penyelenggaraan yang sebelumnya diumumkan lewat surat bernomor 40/SK/CLI/TTP/VIII/2026 tertanggal 3 September 2026. Materi ditandatangani oleh Wanny Wijaya selaku Direktur sekaligus Corporate Secretary perseroan. Dalam materi tersebut, BLOG memaparkan perjalanan bisnisnya sejak berdiri sebagai perusahaan penyewaan kendaraan niaga pada 2009, bertransformasi menjadi perusahaan logistik pada 2017, berganti nama menjadi B-LOG pada 2018, mendirikan anak usaha pergudangan dan cold storage pada 2022, hingga mencatatkan saham di BEI pada 2025.

Perseroan menjalankan model bisnis 3PL, yakni penyedia jasa logistik pihak ketiga untuk klien bisnis, dengan fokus pada rantai dingin atau cold chain yang memadukan pergudangan dry dan cold storage dengan transportasi darat. Menurut materi tersebut, per September 2026 BLOG mengoperasikan lebih dari 130 titik operasional di lebih dari 50 kota dan 25 provinsi, didukung lebih dari 3.500 unit armada dan 16 jaringan gudang, naik dari posisi akhir semester I 2026 yang tercatat 126 titik operasional di 47 kota dan 23 provinsi dengan 3.400 armada dan 15 gudang. Perseroan menyebutkan tengah membangun fasilitas cold storage dan smart cold storage secara bertahap di 16 kota, yaitu Bandung, Palembang, Pekanbaru, Medan, Tangerang, Boyolali, Lombok, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, Manado, Kotabumi, Tegal, Batam, Sidoarjo, dan Bali.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan BLOG tumbuh dari Rp800 miliar pada 2022 menjadi Rp1.328 miliar pada 2025, setara pertumbuhan tahunan majemuk atau CAGR 16 persen, sementara laba bersih naik dari Rp90 miliar menjadi Rp144 miliar pada periode yang sama dengan CAGR 11 persen. Pada semester I 2026, pendapatan tercatat Rp733 miliar, naik 17 persen dari Rp626 miliar pada semester I 2025, sedangkan laba bersih naik 9 persen dari Rp71 miliar menjadi Rp78 miliar. Total aset perseroan naik dari Rp1.032 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp1.138 miliar pada semester I 2026, liabilitas naik dari Rp411 miliar menjadi Rp511 miliar, sementara ekuitas hanya naik tipis dari Rp621 miliar menjadi Rp627 miliar.