PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Agustus 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 30 September 2026. Dalam surat pengantar yang ditandatangani Presiden Direktur Willy Chandry, perseroan menegaskan bahwa Penawaran Umum Terbatas I (PUT I atau rights issue) telah rampung pada 22 Juli 2026, dan laporan ini membuktikan ekuitas perusahaan telah berbalik menjadi positif.

Berdasarkan laporan posisi keuangan, total ekuitas Cashlez tercatat Rp194,48 miliar per 31 Agustus 2026, berbalik dari minus Rp449,52 juta pada akhir Desember 2025. Perbaikan ini datang dari right issue yang menyuntikkan dana Rp237,2 miliar, tercermin dari modal saham yang naik dari Rp17,17 miliar menjadi Rp29,13 miliar dan tambahan modal disetor yang naik dari Rp136,97 miliar menjadi Rp362,22 miliar. Total liabilitas ikut turun signifikan dari Rp209,6 miliar menjadi Rp126,42 miliar, sementara kas dan setara kas naik lebih dari dua kali lipat dari Rp71,9 miliar menjadi Rp144,96 miliar.

Di sisi laba rugi, pendapatan delapan bulan pertama 2026 tercatat Rp128,71 miliar, naik dari Rp70,02 miliar pada periode yang sama tahun 2025, dengan laba bruto naik dari Rp12,48 miliar menjadi Rp26,27 miliar. Namun rugi bersih periode berjalan justru melebar dari Rp26,62 miliar menjadi Rp42,90 miliar, sehingga rugi per saham bertambah dari Rp19,10 menjadi Rp31,38. Arus kas dari aktivitas operasi juga masih negatif dan membesar dari Rp84,84 miliar menjadi Rp98,72 miliar, sementara arus kas dari aktivitas pendanaan mencatat surplus Rp148,79 miliar, terutama ditopang dana right issue tersebut.