PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menyampaikan materi Public Expose Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 430/SK/CSC-CWI/X/2026 yang diteken Presiden Direktur Willy Chandry pada 5 Oktober 2026. Materi ini merupakan kelanjutan dari surat pemberitahuan rencana public expose sebelumnya, nomor 395/SK/CSC-CWI/IX/2026 tertanggal 24 September 2026, dan paparan kepada publik dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026.

Dalam materi tersebut, Cashlez memaparkan kinerja semester I 2026. Jumlah merchant yang menggunakan layanan cashUP tercatat 30.761, naik 18 persen dari 26.054 merchant pada semester I 2025. Volume transaksi melonjak ke 1,90 juta dari 510,6 ribu transaksi pada periode yang sama tahun lalu, setara kenaikan 273 persen. Nilai transaksi yang diproses melalui layanan Cashlez (sales volume) naik 257 persen menjadi Rp1,19 triliun dari Rp332,6 miliar.

Pendapatan kotor (gross revenue) perusahaan tercatat naik 189 persen menjadi Rp16,29 miliar dari Rp5,64 miliar pada semester I 2025. Secara terpisah, perusahaan juga melaporkan laba kotor (gross profit) sebesar Rp19 miliar, naik 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi komposisi pendapatan cashUP, penjualan dan sewa perangkat menyumbang 71 persen, managed services 21 persen, dan biaya transaksi (transaction fee) 8 persen.

Materi public expose juga memuat sejumlah inisiatif bisnis Cashlez selama 2026, termasuk peluncuran produk baru cashUPay, mPOS, soundbox Clip On, dan mesin cashVM. Perusahaan menyebut perluasan kerja sama strategis dengan GoTyme dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital. Cashlez juga melaporkan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban di sekitar kawasan Thamrin, Jakarta, pada 27 Mei 2026 sebagai bagian dari program sosialnya.