PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada OJK pada 23 Oktober 2026, ditandatangani Direktur Utama Jahja Anwar dan Direktur Roelly Makalis. Laba bersih perusahaan naik dari Rp135,66 miliar menjadi Rp153,65 miliar, atau tumbuh 13,3 persen, dengan laba per saham naik dari Rp34,05 menjadi Rp38,56. Kenaikan laba ini terjadi meski total pendapatan justru turun 8,7 persen dari Rp1,23 triliun menjadi Rp1,12 triliun, karena pendapatan dari pembiayaan konsumen, lini bisnis utama perusahaan, menyusut dari Rp896,12 miliar menjadi Rp805,06 miliar.

Di sisi aset, total aset perusahaan turun 9,9 persen menjadi Rp8,58 triliun dari Rp9,53 triliun per akhir 2025, seiring piutang pembiayaan konsumen bersih yang mengecil dari Rp7,97 triliun menjadi Rp7,28 triliun. Total liabilitas turun lebih tajam, yaitu 24,11 persen atau Rp901,78 miliar, menjadi Rp2,84 triliun. Perusahaan bahkan mengirim surat terpisah ke OJK untuk menjelaskan penurunan ini karena melewati ambang 20 persen yang wajib dijelaskan, dengan alasan utama utang bank yang turun Rp873,63 miliar menjadi Rp2,59 triliun akibat pembayaran angsuran rutin dan pelunasan sebagian fasilitas kredit. Ekuitas relatif stabil di Rp5,74 triliun, turun tipis dari Rp5,79 triliun setelah perusahaan membagikan dividen tunai Rp199,23 miliar sepanjang periode berjalan.

Dari sisi arus kas, kas dan setara kas naik dari Rp27,52 miliar menjadi Rp64,15 miliar, dengan kas bersih dari aktivitas operasi melonjak dari Rp531,71 miliar menjadi Rp1,12 triliun. Beban bunga turun dari Rp213,77 miliar menjadi Rp172,32 miliar. Rasio imbal hasil aset (ROA) naik tipis dari 2,76 persen menjadi 2,80 persen, sementara rasio imbal hasil ekuitas (ROE) turun dari 3,70 persen menjadi 3,39 persen, dan rasio lancar naik dari 196,20 persen menjadi 228,59 persen.