Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang telah diaudit untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan lewat surat bernomor 594/DIR-KU.14/IX/2026 tertanggal 24 September 2026. Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang, dan Rekan memberikan opini wajar tanpa modifikasian, yang berarti laporan keuangan dinilai disajikan secara akurat tanpa catatan pengecualian, dengan tanggal laporan audit 28 September 2026 dan partner penanggung jawab Sury Musu.

Pendapatan perseroan pada semester I 2026 tercatat Rp2,93 triliun, naik 33,5 persen dari Rp2,20 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha ikut naik 5,8 persen menjadi Rp927,57 miliar. Namun laba tahun berjalan justru turun 33 persen menjadi Rp364,67 miliar dari Rp544,04 miliar, dan laba per saham turun dari Rp102 menjadi Rp70. Penyebab utamanya adalah pos pendapatan dan beban lain yang berbalik dari untung Rp16,76 miliar pada semester I 2025 menjadi rugi Rp217,32 miliar pada semester I 2026, seiring munculnya provisi atas perkara hukum senilai Rp202,49 miliar yang baru tercatat pada 30 Juni 2026 dan belum ada di akhir 2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan naik menjadi Rp27,77 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp26,69 triliun di akhir 2025, sementara total liabilitas naik 7 persen menjadi Rp10,87 triliun, ditopang kenaikan pinjaman bank jangka panjang 13,7 persen menjadi Rp6,85 triliun untuk membiayai proyek jalan tol yang masih berjalan, termasuk PT Citra Karya Jabar Tol di Sumedang yang asetnya sudah mencapai Rp11,59 triliun. Kas dan setara kas turun tajam dari Rp1,14 triliun menjadi Rp75,56 miliar, tetapi sebagian besar penurunan ini berpindah ke pos aset keuangan lancar lainnya yang naik dari Rp1,52 triliun menjadi Rp2,56 triliun, sehingga lebih mencerminkan pemindahan dana ke instrumen investasi jangka pendek ketimbang masalah likuiditas. Total ekuitas perseroan tetap tumbuh tipis menjadi Rp16,90 triliun dari Rp16,53 triliun.