PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat nomor 267/ADMKEU/ITSECASIA/X/2026 tertanggal 29 Oktober 2026, sesuai ketentuan POJK Nomor 14/POJK.04/2022. Surat tersebut ditandatangani Presiden Direktur Patrick Rudolf Dannacher dan Direktur Doni Mora. Perusahaan mengonsolidasikan empat entitas anak, yaitu ITSEC Services Asia Pte. Ltd. di Singapura dan ITSEC Australia Pty. Ltd. yang sudah beroperasi sejak 2018, serta PT ITSEC Cyber Academy dan ITSEC Cyber Solutions Africa Ltd. yang baru beroperasi sejak 2025, dengan kepemilikan 100 persen kecuali Cyber Academy yang 99 persen.
Pendapatan bersih sembilan bulan 2026 tercatat Rp294,01 miliar, turun tipis dari Rp297,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun beban pokok pendapatan melonjak dari Rp159,46 miliar menjadi Rp194,68 miliar, sehingga laba kotor merosot dari Rp137,78 miliar menjadi Rp99,32 miliar. Setelah beban umum dan administrasi naik menjadi Rp124,31 miliar, perusahaan mencatat rugi usaha Rp9,70 miliar, berbalik dari laba usaha Rp12,13 miliar pada 2025. Rugi sebelum pajak tercatat Rp10,38 miliar, tetapi perusahaan memperoleh manfaat pajak penghasilan sebesar Rp32,94 miliar, jauh lebih besar dari Rp429,17 juta pada tahun sebelumnya, sehingga laba bersih periode berjalan justru naik menjadi Rp22,55 miliar dari Rp11,50 miliar. Laba per saham dasar tercatat Rp1,65, dari sebelumnya Rp0,87.
Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset naik dari Rp416,50 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp469,51 miliar per 30 September 2026, sementara jumlah liabilitas naik dari Rp160,27 miliar menjadi Rp165,37 miliar. Jumlah ekuitas bertambah dari Rp256,23 miliar menjadi Rp304,14 miliar. Perusahaan juga melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp12,5 per saham, yang membuat jumlah saham beredar melonjak dari 6,68 miliar menjadi sekitar 13,49 miliar lembar. Selain dari pemecahan saham, penambahan itu juga berasal dari pelaksanaan waran sepanjang sembilan bulan 2026 yang menyuntik modal disetor dan tambahan modal disetor senilai total Rp27,10 miliar, lebih kecil dibanding Rp78,74 miliar pada periode sembilan bulan 2025.
Dari laporan arus kas, kegiatan operasi menghasilkan kas bersih Rp8,98 miliar pada 2026, berbalik dari pemakaian kas bersih Rp25,44 miliar pada 2025. Namun aktivitas investasi menyedot kas Rp36,68 miliar, terutama untuk pembelian aset tetap Rp19,59 miliar dan aset takberwujud Rp17,04 miliar. Akibatnya, saldo kas dan bank perusahaan justru turun dari Rp17,86 miliar menjadi Rp12,23 miliar. Laporan ini belum diaudit, sementara laporan tahunan 2025 sebelumnya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
