Pameran dagang tahunan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, menjadi ajang pertemuan pelaku usaha Indonesia dengan delegasi bisnis dari Vanuatu, negara kepulauan di Pasifik Selatan. Pertemuan ini membuka jalan bagi diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke kawasan yang selama ini minim hubungan dagang dengan Indonesia.
Selama acara, delegasi Vanuatu difasilitasi Kementerian Perdagangan untuk bertemu sejumlah perusahaan Indonesia, dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke lokasi produksi guna melihat kapasitas dan kualitas barang yang ditawarkan. Sektor yang dijajaki meliputi material bangunan, furnitur, serta makanan dan minuman, yang berpotensi memperluas pasar ekspor produk Indonesia ke Vanuatu.
Penjajakan juga merambah ke sektor ritel, restoran, dan properti, termasuk kemungkinan kerja sama penyediaan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi dan kuliner untuk kebutuhan di Vanuatu. Perwakilan delegasi Vanuatu, Rodolphe de Montesquieu, menyebut pihaknya optimistis penjajakan di sektor material bangunan, kuliner, dan ritel ini berpotensi berlanjut menjadi kerja sama jangka panjang, sementara Atase Perdagangan RI di Canberra, Asfiranti, menyatakan pihaknya akan memantau kelanjutan hasil pertemuan bisnis ini agar tidak berhenti di tahap pameran.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan Vanuatu pada 2025 hanya sebesar US$10,5 juta, terdiri dari ekspor Indonesia senilai US$10,1 juta dan impor dari Vanuatu senilai US$0,4 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Vanuatu adalah lemak dan minyak hewani/nabati, besi dan baja, barang dari besi dan baja, olahan tepung, serta tembakau, sementara Indonesia mengimpor kakao, mesin dan peralatan listrik, barang rajutan, olahan tepung, dan perhiasan dari Vanuatu.
