PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengumumkan rencana transaksi material berupa pembelian 6.685.000.000 lembar saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), setara 29,88% dari modal ditempatkan dan disetor INET, oleh anak usahanya PT Cakrawala Nexus Investama (CNI). Harga pembelian Rp300 per lembar saham sehingga total nilai transaksi mencapai Rp2.005.500.000.000. Penjualnya adalah PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN), pemegang saham utama INET, berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham tertanggal 1 September 2026. Transaksi akan dilaksanakan lewat pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia dan diselesaikan lewat sistem C-BEST milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Perseroan menyatakan tidak ada hubungan afiliasi antara CNI maupun DOOH dengan AKUN selaku penjual.
Nilai transaksi ini setara 647,90% dari ekuitas DOOH berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, jauh di atas ambang 50% yang menurut aturan OJK soal transaksi material (POJK 17/2020) mewajibkan persetujuan RUPS. Tiga kriteria lain juga terlampaui: total aset INET setara 1.503,29% dari total aset DOOH, laba bersih INET setara 54,06% dari laba bersih DOOH, dan pendapatan usaha INET setara 1.099,40% dari pendapatan usaha DOOH. Karena itu, Perseroan menunjuk KJPP Toha Okky Heru & Rekan, dengan penilai Ir Okky Danuza, untuk menyusun pendapat kewajaran atas transaksi per tanggal penilaian 30 Juni 2026, yang diterbitkan 29 September 2026. RUPS Luar Biasa untuk meminta persetujuan pemegang saham dijadwalkan 9 November 2026, setelah pengumuman RUPS pada 1 Oktober 2026.
Setelah transaksi, AKUN tetap menjadi pemegang saham pengendali INET dengan 29,89% (6.688.689.331 saham), sementara CNI masuk sebagai pemegang saham baru dengan 29,88% (6.685.000.000 saham) tanpa menjadi pengendali. Kepemilikan publik di INET sebesar 40,23% dan susunan direksi serta komisaris INET, termasuk Direktur Utama Muhammad Arif, tidak berubah. INET bergerak sebagai penyedia jasa internet dan penyewaan jaringan serat optik, dengan total aset Rp6,11 triliun dan ekuitas Rp3,81 triliun per 30 Juni 2026, serta mencatat laba bersih Rp34,21 miliar untuk semester pertama 2026 dari pendapatan usaha Rp926,45 miliar.
