PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengajukan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD atau rights issue) sebanyak-banyaknya 154.777.820.720 saham baru bernilai nominal Rp10 per saham. Jumlah itu setara dengan maksimal 95,24 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah aksi ini rampung, yang berarti pemegang saham yang tidak ikut menebus haknya berisiko kepemilikannya terkikis hingga sebesar itu. Harga pelaksanaan dan jumlah final saham baru belum ditetapkan, dan akan diumumkan dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK. Perseroan menyebut dana hasil rights issue akan dipakai untuk melunasi utang kepada pemegang saham, belanja modal, dan modal kerja, dengan pelaksanaan paling lambat 12 bulan sejak RUPSLB menyetujuinya.
Rencana ini akan dimintakan restu pemegang saham dalam RUPSLB pada 9 November 2026 pukul 14.00 WIB, dengan sembilan mata acara. Selain persetujuan rights issue yang akan dibarengi penerbitan Waran Seri II, agenda lain mencakup perubahan nama dan alamat domisili Perseroan, perombakan susunan direksi dan komisaris, perubahan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham, perubahan maksud dan tujuan usaha untuk menyesuaikan klasifikasi usaha (KBLI) 2025, serta kenaikan modal dasar. Dua agenda lain yang nilainya besar juga diajukan dalam RUPSLB yang sama: persetujuan pencairan pinjaman dari pemegang saham pengendali PT Sinergi Internasional Investama (SII) sebanyak-banyaknya Rp2 triliun, dan persetujuan akuisisi 6.685.000.000 saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara seharga Rp300 per saham, sesuai perjanjian pengikatan jual beli saham tertanggal 1 September 2026.
Dokumen ini juga mengungkap bahwa pengendali DOOH saat ini, PT Sinergi Internasional Investama, baru menjadi pengendali pada 30 Juli 2026 setelah mengambil alih 3.946.835.000 saham atau 51 persen dari PT Prambanan Investasi Sukses. SII sendiri baru berdiri 17 Juli 2026 dan sahamnya dimiliki oleh Tinawati sebesar 99,9 persen dan Sugiyanti 0,1 persen. Direksi dan komisaris DOOH menyatakan rencana rights issue ini bukan transaksi afiliasi menurut aturan OJK, namun akan mengikuti ketentuan transaksi material bila kriteria itu terpenuhi. Jadwal menuju RUPSLB meliputi daftar pemegang saham yang berhak hadir per 15 Oktober 2026 dan iklan pemanggilan rapat pada 16 Oktober 2026.
