DPRD DKI Minta Rencana Obligasi Daerah Ditinjau Ulang
Anggota Komisi A DPRD DKI Kevin Wu meminta Pemprov DKI meninjau ulang rencana obligasi daerah karena beban pembayarannya berisiko menjadi tanggungan warga Jakarta.
22 September 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI, Kevin Wu, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meninjau ulang rencana penerbitan obligasi daerah. Permintaan ini penting karena menyangkut potensi utang baru yang harus ditanggung Jakarta, sementara pembayarannya bisa berlangsung bertahun-tahun ke depan.
Rencana obligasi daerah ini sebelumnya sempat mendapat dukungan dari Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani. Menurut Kevin, penerbitan obligasi memang bisa menjadi salah satu jalan bagi Pemprov DKI untuk memperoleh dana pembangunan, tetapi di sisi lain menimbulkan kewajiban pembayaran dalam jangka waktu tertentu yang harus dipenuhi pemerintah daerah.
Kevin mencontohkan, jika obligasi diterbitkan dengan jangka waktu tujuh tahun, kewajiban pelunasannya berpotensi belum selesai meski masa jabatan gubernur yang menerbitkannya sudah berakhir. Ia mempertanyakan siapa yang akan menanggung beban tersebut dalam kondisi demikian, dan menegaskan bahwa persoalan utang bukan hanya soal dana yang diperoleh, melainkan juga cara pengembaliannya.
Kevin menilai rencana ini bisa menjadi terobosan baru dalam pembiayaan pembangunan Jakarta, namun ia meminta Pemprov DKI mencermati lebih jauh risiko yang mungkin muncul. Menurutnya, kemampuan pengembalian serta dampaknya terhadap keuangan daerah dan masyarakat Jakarta perlu menjadi bagian penting dari pertimbangan sebelum rencana ini dilanjutkan.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
obligasi daerahDPRD DKI JakartaPemprov DKIKevin Wu
Foto dari tvOneNews, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Artikel ini rangkuman editorial The Signal dari liputan tvOneNews, bukan salinan langsung. Untuk versi lengkap dan mutakhir, baca artikel aslinya.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.