PT RHB Sekuritas Indonesia, penerbit waran terstruktur dengan kode emiten DR, mengumumkan pelaksanaan sepuluh waran terstruktur jenis call warrant pada 14 September 2026, merujuk prospektus tanggal 18 Oktober 2024 dan term sheet tanggal 2 April 2026. Sejak tanggal itu, seluruh waran tersebut tidak lagi bisa diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Sepuluh waran ini masing-masing mengacu pada saham ACES, AMMN, BMRI, ARTO, BSDE, BRMS, BUKA, CTRA, EMTK, dan ERAA, dengan jumlah unit yang diterbitkan berkisar antara 250 juta hingga 1 miliar per seri.
Nilai yang diterima pemegang waran ditentukan dengan membandingkan harga pelaksanaan (strike price) terhadap harga penyelesaian, yaitu rata-rata harga penutupan saham acuan selama lima hari bursa sebelum 14 September 2026. Sembilan dari sepuluh waran berakhir dengan harga penyelesaian di bawah harga pelaksanaannya, sehingga jumlah penyelesaian tunainya negatif dan pemegang waran tidak berhak atas pembayaran apa pun. Rinciannya: ACES (harga pelaksanaan Rp502, harga penyelesaian Rp354), AMMN (Rp7.500 berbanding Rp4.732), ARTO (Rp2.000 berbanding Rp1.014), BMRI (Rp5.512 berbanding Rp4.388), BRMS (Rp990 berbanding Rp699), BSDE (Rp950 berbanding Rp648), BUKA (Rp148 berbanding Rp111), CTRA (Rp843 berbanding Rp625), dan EMTK (Rp1.150 berbanding Rp509).
Satu-satunya pengecualian adalah waran ERAA, dengan harga pelaksanaan Rp419 dan harga penyelesaian Rp592, lebih tinggi dari harga pelaksanaannya. Dengan rasio pelaksanaan 3,7268, jumlah penyelesaian tunai per waran ERAA setara sekitar Rp46,4, atau ditotal sekitar Rp23,2 miliar jika seluruh 500 juta unit yang diterbitkan masih beredar saat jatuh tempo. Dana ini akan dibayarkan pada hari bursa ketiga sejak tanggal pelaksanaan, disalurkan KPEI ke KSEI lalu diteruskan ke rekening masing-masing investor pemegang rekening KSEI.
