Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Kementerian Perhubungan menggelar penjaringan minat pasar atau market sounding untuk dua proyek terminal bus tipe A, yaitu Terminal Purabaya di Surabaya dan Terminal Betan Subing di Lampung. Kegiatan ini merupakan tahap awal sebelum kedua proyek ditawarkan secara resmi kepada investor lewat skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), mekanisme di mana pihak swasta membiayai pembangunan infrastruktur dan diberi hak mengelolanya dalam jangka waktu tertentu sebagai gantinya. Bagi pembaca, ini menandai langkah pemerintah mendorong swasta ikut membangun infrastruktur transportasi publik yang biasanya dibiayai penuh oleh negara.

Terminal Purabaya berdiri di lahan 12 hektare dan dikenal sebagai salah satu kawasan transportasi tersibuk di Indonesia. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp780,4 miliar dengan masa kerja sama 30 tahun, dan menawarkan perkiraan tingkat keuntungan tahunan bagi investor sebesar 13,33 persen. Terminal Betan Subing, simpul transportasi yang menghubungkan wilayah Sumatera bagian selatan, berdiri di lahan 5,48 hektare dengan kebutuhan investasi sekitar Rp397,3 miliar, masa kerja sama 20 tahun, dan perkiraan keuntungan tahunan 12,52 persen.

Menurut data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi hingga triwulan III 2026 tercatat Rp1.539,2 triliun, naik 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menyumbang Rp154,4 triliun dari total tersebut. Lembaga ini menyebut sektor infrastruktur konektivitas dan transportasi menjadi salah satu fokus karena dinilai dapat menekan biaya logistik dan membuka akses ekonomi ke berbagai daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah mencari masukan dari calon investor mengenai struktur proyek, pembagian risiko, dan kelayakan dokumen pengadaan sebelum tahap lelang resmi dimulai. Acara ini dihadiri Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub, sejumlah pelaku usaha swasta dan BUMN di bidang transportasi, logistik, properti, kontraktor, lembaga keuangan, konsultan, serta asosiasi bisnis dari dalam dan luar negeri.