PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) menyampaikan laporan keuangan interim yang belum diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan perusahaan tercatat Rp64,94 miliar, turun sekitar 3 persen dari Rp66,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba bersihnya justru naik 8,6 persen menjadi Rp22,80 miliar dari Rp20,98 miliar, sehingga laba per saham terangkat dari Rp5,09 menjadi Rp5,52. Kenaikan laba ini didorong oleh beban usaha yang lebih rendah dan ada pula sumbangan keuntungan satu kali dari pelepasan aset digital sebesar Rp1,08 miliar.
Di sisi kas, posisi kas dan setara kas perusahaan merosot tajam dari Rp27,13 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp5,97 miliar pada akhir September 2026. Penyebabnya adalah pembayaran dividen tunai sebesar Rp47,04 miliar dalam arus kas pendanaan, jauh lebih besar dari Rp9,08 miliar yang dibayarkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, hanya Rp23,93 miliar yang merupakan dividen yang dibebankan pada laba ditahan periode ini, sedangkan sisanya adalah pelunasan utang dividen interim tahun sebelumnya yang dibayarkan kepada pemegang saham pada 22 Januari 2026.
Akibatnya, total liabilitas perusahaan turun 52,6 persen atau Rp26,35 miliar, dari Rp50,09 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp23,74 miliar pada September 2026, terutama karena beban akrual jangka pendek yang anjlok dari Rp25,03 miliar menjadi Rp1,56 miliar setelah utang dividen itu dilunasi. Karena penurunan ini melewati ambang 20 persen, perusahaan mengirim surat penjelasan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia sesuai Peraturan I-E, tertanggal 15 Oktober 2026, dengan alasan yang sama. Total aset ikut turun dari Rp507,55 miliar menjadi Rp480,06 miliar, sementara total ekuitas turun tipis dari Rp457,46 miliar menjadi Rp456,32 miliar karena dividen yang dibagikan lebih besar dari laba yang dihasilkan periode ini.
