Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 akan digelar 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang. Tahun ini furnitur, dekorasi, dan kriya kembali ditempatkan di panggung utama pameran, dipamerkan di Hall 9 lewat kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia. Sebanyak 35 eksportir produk furnitur, dekorasi, dan kriya akan tampil di hall tersebut.
Para peserta membawa sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu dan Forest Stewardship Council, yang menjadi syarat masuk ke pasar dengan regulasi ketat seperti Uni Eropa dan aturan antideforestasinya. Produk yang dipamerkan mengandalkan bahan rotan cepat tumbuh, eceng gondok, dan bambu, dipadukan dengan anyaman serta ukiran Nusantara bergaya natural-modern. Barang-barang ini dibuat dengan tangan oleh perajin lokal, sehingga sulit ditiru produksi massal.
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Selama lima hari pameran, peserta Hall 9 akan bertemu langsung dengan calon pembeli dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Prancis, Jepang, Australia, Timur Tengah, India, Afrika, dan ASEAN, mulai dari importir besar, peritel global, desainer interior, hingga kontraktor proyek hotel dan properti. Di hall yang sama terdapat paviliun ekspor produk manufaktur seluas 216 meter persegi yang menampilkan 18 perusahaan terkurasi, dilengkapi simulasi interior dan eksterior ruangan serta demonstrasi pembuatan kriya oleh artisan lokal. Hall 8 pada pameran yang sama akan diisi produk fesyen dan kerajinan tangan dari Pertamina, Pelindo, Kementerian Ekonomi Kreatif, Bank Indonesia, ASEPHI, serta pemerintah daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Surakarta.
Kementerian Perdagangan mencatat ekspor furnitur nasional sepanjang 2026 telah mencapai US$1,20 miliar dengan surplus neraca dagang US$576,32 juta. Furnitur berbahan kayu menyumbang 68,1 persen dari total ekspor, sementara furnitur logam mulai menunjukkan tren positif. Ekspor ke pasar nontradisional juga melonjak, dengan pertumbuhan ke Yunani sebesar 279,4 persen dan ke Prancis 8,1 persen.
