Indonesia dan Inggris menegaskan rencana memperkuat kerja sama dagang dan investasi. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, dalam diskusi panel bertema keberlanjutan sebagai daya saing ekspor Indonesia ke pasar Inggris, di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, Kamis (15/10). Pembahasan ini relevan karena berbarengan dengan perubahan status dagang Indonesia ke Inggris yang mulai berlaku 2027.

Menurut Kemendag, kerja sama kedua negara kini berpijak pada Indonesia-UK Economic Growth Partnership yang ditandatangani Januari 2026, meski pangsa Indonesia dalam total impor Inggris disebut masih kecil. Perubahan yang lebih konkret adalah mulai Januari 2027, Indonesia beralih dari skema keringanan tarif untuk negara berkembang, UK Developing Countries Trading Scheme, ke skema tarif umum Inggris, UK Global Tariff. Artinya, keringanan bea masuk yang selama ini dinikmati sejumlah produk ekspor Indonesia ke Inggris akan berakhir.

Angka BPSNilai ekspor
26,6 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.

Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$Agustus 2026: 26,6 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.61219.693September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$Agustus 2026: 26,6 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.61222.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Kemendag menyebut sektor pertanian berkelanjutan, kayu, furnitur, tekstil, fesyen, dan industri kreatif sebagai sektor yang berpotensi menjadikan standar keberlanjutan sebagai nilai jual, bukan sekadar syarat pasar. Kementerian menyatakan akan membantu pelaku usaha memenuhi standar dan sertifikasi, namun menegaskan perlunya kolaborasi dengan pelaku bisnis dan pembeli internasional agar upaya tersebut berjalan.

Salah satu peserta diskusi, perwakilan bisnis pengelola sampah daur ulang Waste for Change, Maria Theresa, mengatakan kegiatan itu memberinya pengetahuan baru soal cara dan standar yang harus dipenuhi untuk mulai mengekspor produk daur ulang ke pasar internasional.