Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan dua seri obligasi baru di Bursa Efek Indonesia mulai 23 Oktober 2026, yakni Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026. Seri A senilai Rp387,34 miliar menawarkan bunga tetap 9 persen per tahun dan jatuh tempo pada 2 November 2027, sedangkan Seri B senilai Rp112,66 miliar menawarkan bunga 10 persen per tahun dengan tenor tiga tahun hingga jatuh tempo 22 Oktober 2029. Total nilai tahap V ini Rp500 miliar, wali amanatnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan Pefindo memberi peringkat idA+ (single A plus) untuk obligasi ini.

Penerbitan ini merupakan bagian kelima dari program Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada yang menargetkan total dana Rp4 triliun. Sebelumnya perusahaan sudah menerbitkan Tahap I senilai Rp500 miliar pada 2025, Tahap II senilai Rp1,1502 triliun, Tahap III senilai Rp500 miliar, dan Tahap IV senilai Rp250 miliar pada 2026, sehingga total obligasi yang sudah diterbitkan dari program ini mencapai sekitar Rp2,9 triliun. Obligasi dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) oleh penjamin emisi Mandiri Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia, tetapi tidak disertai jaminan khusus berupa aset tertentu. Pemegang obligasi hanya mengandalkan seluruh kekayaan perseroan yang belum dijaminkan, setara dengan kreditur lain secara pari passu.

Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan 22 Januari 2027. Perseroan juga berhak membeli kembali sebagian atau seluruh obligasi sebelum jatuh tempo, tetapi itu baru bisa dilakukan paling cepat satu tahun setelah tanggal penjatahan pada 20 Oktober 2026. Dokumen ini juga menyebutkan risiko utama perseroan adalah ketergantungan pada kinerja operasional dan keuangan anak usaha, karena seluruh pendapatan ENRG berasal dari perusahaan anak yang mengelola 13 aset minyak dan gas di darat dan lepas pantai di Indonesia serta Mozambik.