HBA periode pertama Agustus 2026 turun 5,62 persen dari periode sebelumnya menjadi USD124,44 per ton, tapi masih 21 persen lebih tinggi dari tahun lalu.
13 Agustus 2026Sumber: Siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Foto: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Harga Batubara Acuan periode pertama Agustus 2026 sebesar USD124,44 per ton, turun 5,62 persen dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini penting karena menjadi dasar penghitungan Harga Patokan Batubara, yang dipakai untuk menghitung royalti yang wajib disetor perusahaan tambang batubara kepada negara.
Dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang tercatat USD131,85 per ton, HBA periode ini turun USD7,41 per ton. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni periode pertama Agustus 2025 sebesar USD102,22 per ton, harga sekarang justru masih lebih tinggi USD22,22 per ton atau naik sekitar 21 persen.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyebut penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga transaksi jual beli batubara aktual untuk periode pengapalan 8 Juni hingga 7 Juli 2026, yang menjadi dasar data perhitungan royalti melalui sistem elektronik penerimaan negara bukan pajak sektor mineral dan batubara. HBA ini berlaku untuk batubara dengan nilai kalori di atas 6.000 kilokalori per kilogram, dan besaran harga patokan selanjutnya masih disesuaikan lagi dengan kualitas batubara seperti kandungan air, sulfur, dan abu.
HBA periode pertama Agustus 2026 berlaku selama dua pekan, dari 1 hingga 14 Agustus, dan dihitung pada titik serah di atas kapal pengangkut di pelabuhan muat.
Catatan redaksiYang berubah adalah acuan harga jual batubara turun 5,62 persen dalam dua pekan, dari USD131,85 menjadi USD124,44 per ton, sementara dibanding tahun lalu harganya masih 21 persen lebih mahal. Acuan ini langsung memengaruhi perusahaan tambang batubara karena dari angka inilah dihitung royalti yang mereka setor ke negara, jadi kalau harga turun maka setoran royalti per ton yang mereka bayar pun ikut turun. Satu kali penurunan dalam dua pekan belum cukup untuk menyimpulkan tren jangka panjang, apalagi harga tahun ini masih jauh di atas tahun lalu. Yang akan memperjelas arahnya adalah penetapan HBA periode kedua Agustus 2026 pertengahan bulan ini, apakah penurunan berlanjut atau harga kembali naik.
batubaraHBAESDMroyalti
Foto dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Suka ringkasan seperti ini?Signal Harian merangkai seluruh berita ekonomi hari itu jadi satu tulisan, dikirim ke email tiap sore hari kerja. Gratis.
Signal+
Ringkasan ekonomi lewat email tiap sore hari kerja, dikirim setelah Signal
Harian terbit pukul 17.00 WIB. Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.