Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meresmikan Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Peresmian ini menjadi penanda bertambahnya satu lagi fasilitas pengolahan LPG dalam negeri, di tengah kondisi Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan gas rumah tangga dan industri.

Secara nasional, konsumsi LPG Indonesia mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, dan angka itu bisa naik menjadi 11 hingga 12 juta ton jika kebutuhan industri turut dihitung. Produksi dari dalam negeri sendiri baru sekitar 1,8 juta ton per tahun, sehingga sebagian besar kebutuhan tetap harus didatangkan dari luar negeri. Kesenjangan ini yang membuat Indonesia rentan setiap kali pasokan atau harga LPG global bergejolak akibat konflik geopolitik.

Angka BPSNilai impor
23,1 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Turun 3,03 miliar US$ dibanding Juli 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (22.376,6).

Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.09516.994September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Kilang Cilamaya, yang dikelola PT Energi Nusantara Perkasa bersama Pertamina, mampu mengolah gas hingga 40 juta kaki kubik standar per hari dan menghasilkan LPG sebanyak 160 ton per hari, atau sekitar 52.800 ton per tahun. Pasokan gasnya berasal dari lapangan Offshore North West Java. Menurut Bahlil, volume produksi ini setara dengan sekitar 18,7 juta tabung gas melon 3 kilogram per tahun, dan berpotensi menutup 10 hingga 15 persen kebutuhan LPG di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Selain LPG, kilang ini juga menghasilkan kondensat sebanyak 320 barel per hari atau sekitar 105.600 barel per tahun. Sementara gas sisa pengolahan, yang disebut lean gas, dikembalikan ke PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java untuk dimanfaatkan kembali.