Menanggapi permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia melalui surat tertanggal 29 September 2026 soal gejolak transaksi sahamnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjelaskan bahwa penyebabnya bersifat teknis, bukan kinerja perusahaan. GoTo resmi keluar dari indeks MSCI Global Standard Indexes per 31 Agustus 2026 karena volume perdagangan yang rendah, akibat sahamnya tertahan di harga minimum Bursa sebesar Rp50 per saham sejak Mei 2026. Sebelumnya, pada 22 Juni 2026 GoTo juga sudah dikeluarkan dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Mid Cap karena statusnya tercatat di Papan Pengembangan BEI yang tidak memenuhi syarat indeks tersebut.

Keluarnya GoTo dari dua indeks itu memicu tekanan jual dari dana pasif atau passive funds, yaitu investor institusi asing yang portofolionya wajib mengikuti komposisi indeks acuan. Sejak Juni 2026 tekanan jual itu sebenarnya sudah terjadi, namun dana pasif tidak bisa benar-benar melepas saham GoTo karena harga sudah mentok di batas bawah Rp50. Begitu BEI menurunkan batas bawah harga saham atau floor price dari Rp50 menjadi Rp1 per saham efektif 28 September 2026, pemegang saham yang sebelumnya mengantre akhirnya bisa menjual, dan itulah yang membuat harga saham GoTo bergejolak dalam beberapa hari terakhir.

GoTo menyebut kinerja bisnisnya justru tumbuh. Pada kuartal II 2026 perusahaan mencatat laba bersih Rp252 miliar, laba positif dua kuartal berturut-turut, dengan pendapatan bersih Rp5,7 triliun dan EBITDA Yang Disesuaikan, yaitu ukuran laba operasional sebelum pos bunga, pajak, dan penyusutan yang disesuaikan dengan item tertentu, di atas Rp1 triliun. Perusahaan menyatakan masih berada di jalur target EBITDA setahun penuh sebesar Rp3,2 triliun sampai Rp3,4 triliun.

Soal aksi korporasi, GoTo masih memiliki sisa kuota pembelian kembali saham senilai hingga Rp3,5 triliun untuk periode 19 Juni 2026 sampai 18 Juni 2027, yang pelaksanaannya tergantung keputusan manajemen. Perusahaan juga akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB atau rapat umum pemegang saham luar biasa pada 14 Oktober 2026, untuk menghapus 32.186.417.802 saham tresuri Seri A, yaitu saham hasil pembelian kembali periode 12 Juni 2024 sampai 11 Juni 2025 yang disimpan perusahaan dan tidak beredar di pasar. Rencana ini menggantikan rencana sebelumnya yang akan membagikan saham tresuri itu sebagai program kepemilikan saham karyawan dan direksi atau ESOP/MSOP, dan GoTo memastikan pemegang saham pengendali yang menguasai hak suara Seri B tidak berencana mengubah kepemilikan sahamnya.