Equity Development Investment Tbk (GSMF) menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia terkait volatilitas transaksi sahamnya pada 10 September 2026. Surat permintaan BEI bernomor S-11911/BEI.PP2/09-2026 itu dijawab perseroan melalui surat No. 219/EDI/IX/2026 tanggal 14 September 2026, yang disampaikan ke bursa pada 15 September pukul 17.05 dan ditandatangani Corporate Secretary Timothy Sulastyo. Dalam jawabannya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkap ke publik yang bisa memengaruhi harga saham atau keputusan investor, sesuai aturan keterbukaan informasi OJK maupun Peraturan Bursa Nomor I-E.
Perseroan mengonfirmasi tengah menjalankan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) yang sudah diumumkan sejak 11 Juni 2026. Tahap pertama penambahan modal itu rampung pada 25 Juni 2026 dengan penerbitan 1.226.415.100 saham baru, setara 8,62 persen dari total saham beredar saat itu. Tahap kedua direncanakan berlangsung sepanjang 2026 dengan penerbitan maksimal 196.624.800 saham tambahan, sehingga total saham baru dari seluruh proses PMTHMETD ini paling banyak 1.423.039.900 saham, atau maksimal 10 persen dari 14.230.399.705 saham yang sudah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Dokumen itu juga mengungkap bahwa pemegang saham pengendali, Equity Global Investment Limited, menaikkan kepemilikannya di GSMF dari 68,28 persen menjadi 70,8 persen. Kenaikan itu terjadi karena Equity Global Investment Limited ikut menyetor modal senilai Rp130.677.392.800 pada pelaksanaan Tahap I PMTHMETD, sesuai surat perseroan No. 170/EDI/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026 perihal hasil pelaksanaan penambahan modal tersebut. Perseroan menyebut langkah ini menunjukkan komitmen pemegang saham pengendali untuk mempertahankan kepemilikannya di GSMF.
