PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyampaikan materi Public Expose Tahunan melalui surat No. 468/DIR/MH/IX/2026 yang ditandatangani Direktur Perusahaan Yulisar Khiat, sebagai tindak lanjut dari rencana public expose yang sebelumnya diumumkan lewat surat No. 450/DIR/MH/VIII/2026. Materi bertajuk 'Kinerja Semester 1 2026' ini memaparkan kondisi operasional perseroan yang kini mengoperasikan 54 rumah sakit dengan 9.019 tempat tidur di 37 kota dan 17 provinsi, serta kinerja keuangan perusahaan pada semester I 2026 (6M26).
Dari sisi keuangan, pendapatan perseroan naik 6,5 persen menjadi Rp3.609 miliar dari Rp3.389 miliar pada periode sama tahun lalu. EBITDA hanya naik tipis 0,1 persen menjadi Rp940 miliar, dengan margin EBITDA turun dari 28,83 persen menjadi 25,83 persen. Laba kotor naik 3,4 persen menjadi Rp1.236 miliar, tetapi laba bersih setelah pajak (PAT) turun 13,8 persen menjadi Rp249 miliar, dan laba bersih yang menjadi hak pemilik entitas induk (PATMI) turun 12,2 persen menjadi Rp193 miliar. Pendapatan rawat inap tumbuh 11,62 persen menjadi Rp2.251 miliar, sementara pendapatan rawat jalan BPJS dan non-BPJS masing-masing naik 7,09 persen dan 6,50 persen.
Perseroan membuka dua rumah sakit baru sepanjang 2026: RS Hermina Badung Bali, rumah sakit ke-53, yang diresmikan oleh Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Badung Brigadir Jenderal (Purn.) dr. Hasmoro bersama Direktur Utama HEAL dr. Yulisar Khiat dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa; serta RS Hermina Kepanjen di Kabupaten Malang dengan kapasitas awal 100 tempat tidur tipe C yang ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Perseroan menyebut ekspansi ini menekan laba secara temporer karena biaya operasional rumah sakit baru belum sebanding dengan pendapatannya.
Di sisi pendanaan, PEFINDO kembali menegaskan peringkat kredit AA untuk HEAL pada Mei 2026 dengan prospek stabil. Setelah melunasi obligasi Rp58 miliar pada Juli dan September 2025, total obligasi yang masih beredar per Juni 2026 tercatat Rp63 miliar. Total utang perseroan per Juni 2026 mencapai Rp3.652 miliar dengan utang bersih Rp2.808 miliar dan rasio utang bersih terhadap EBITDA 1,49 kali, sementara arus kas dari kegiatan operasi naik 15,6 persen menjadi Rp520,3 miliar dengan kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp571,8 miliar.
