PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menanggapi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia menyusul lonjakan transaksi saham perseroan pada 28 September 2026. Dalam surat bernomor S-12541/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 29 September 2026, BEI mencatat volume transaksi IFSH melonjak menjadi 167.900 saham dengan frekuensi 212 kali transaksi, dibandingkan hari bursa sebelumnya yang hanya 3.800 saham dengan frekuensi 16 kali. Harga saham ditutup naik Rp250 atau 25 persen, dari Rp1.000 menjadi Rp1.250 per saham. Lonjakan ini terjadi justru saat Indeks Harga Saham Gabungan turun 94,03 poin dan indeks sektor Basic Materials melemah 57,77 poin.

Dalam surat balasan bernomor 341/TBK/SKU-113/IX/2026 tertanggal 1 Oktober 2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Rivka Rotua Natasya, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material apa pun yang bisa memengaruhi nilai maupun harga efeknya, baik menurut aturan keterbukaan informasi OJK maupun peraturan Bursa. Perseroan juga menyebut tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu, belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam tiga bulan mendatang, dan belum ada informasi material lain yang belum diungkap ke publik.

Perseroan menambahkan bahwa pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama, setelah dikonfirmasi lewat Corporate Secretary, belum memiliki rencana apa pun terkait kepemilikan saham mereka saat ini. Perseroan berjanji akan segera menyampaikan keterbukaan informasi ke Bursa apabila di kemudian hari muncul perkembangan yang memenuhi ketentuan keterbukaan atau berpotensi memengaruhi harga efek maupun keputusan investasi pemodal.