Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.295,92 pada Selasa, 22 September 2026, melemah 1,39 persen dan tergelincir ke bawah level 6.300. Penurunan ini terasa berat bagi investor karena tekanan jual terjadi hampir merata di seluruh sektor, bukan hanya pada beberapa saham besar.

Pelemahan sebenarnya sudah terlihat sejak sesi pertama, saat IHSG berada di 6.313,57 atau turun 1,11 persen, setelah sempat berada di kisaran 6.400 pada awal perdagangan. Alih-alih membaik, tekanan jual justru berlanjut di sesi kedua hingga indeks makin dalam terkoreksi. Sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,21 persen, diikuti saham-saham perbankan yang juga banyak dilepas investor asing. Dari total saham yang diperdagangkan, 513 saham ditutup melemah sementara hanya 147 saham yang menguat, sehingga jumlah saham yang turun lebih dari tiga kali lipat dibanding yang naik.

Posisi IHSG hari ini juga tercatat sebagai salah satu yang paling tertekan di antara bursa saham negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. Salah satu saham dengan transaksi teramai adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang ditutup di harga Rp192, turun Rp1 atau 0,52 persen. Volume perdagangan BUMI mencapai 1,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp351,98 miliar dan frekuensi 36.119 kali, menunjukkan saham ini tetap ramai ditransaksikan di tengah pelemahan pasar secara umum.