Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 7 poin atau 0,11 persen ke level 6.533 pada perdagangan Senin, 14 September 2026. Pelemahan ini terjadi setelah bursa Asia-Pasifik kompak tertekan pada perdagangan Jumat pekan lalu. Meski begitu, Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman memperkirakan IHSG berpeluang berbalik menguat hari ini seiring penguatan bursa Amerika Serikat.
Pada Jumat lalu, Kospi Korea Selatan anjlok 1,9 persen dan Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen, keduanya memimpin pelemahan di kawasan. Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen, Taiex Taiwan turun 1,6 persen, dan CSI 300 China berkurang 0,8 persen. Pelemahan serentak ini menyusul tekanan pada indeks saham-saham AS akibat lonjakan harga minyak dunia.
Di tengah tekanan pasar saham itu, ekonomi Inggris justru tumbuh lebih kencang dari perkiraan. Data Office for National Statistics mencatat produk domestik bruto Inggris naik 1,6 persen dibanding periode sama tahun lalu pada Juli 2026, laju tercepat dalam 18 bulan terakhir. Pertumbuhan ini ditopang sektor jasa dan bisnis yang terkait perkembangan kecerdasan buatan.
Di bursa Jepang, saham produsen bahan kimia dan semikonduktor menjadi yang paling tertekan, dengan Resonac Holdings anjlok 8,12 persen, Kioxia Holdings merosot 7,11 persen, dan Sumco turun 6,77 persen. Sebaliknya, sejumlah saham lain menguat, yakni Inpex naik 2,04 persen, Konami Group naik 1,89 persen, dan Bandai Namco Holdings naik 1,76 persen.
