Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Rabu, 23 September 2026, di zona hijau dengan kenaikan 0,64 persen atau 40,42 poin ke level 6.317,46. Namun, kenaikan ini terjadi bersamaan dengan keluarnya dana asing dari pasar saham, dengan investor asing mencatat penjualan bersih senilai Rp335,80 miliar. Kombinasi ini penting karena berarti penguatan indeks lebih banyak ditopang pembelian investor domestik, sementara asing justru bersikap hati-hati.

Sepanjang sesi, pergerakan IHSG cukup fluktuatif. Indeks dibuka di 6.446,90, sempat menanjak ke titik tertinggi 6.451,33, lalu berbalik turun hingga menyentuh level terendah 6.381,57, sebelum akhirnya ditutup di 6.317,46 pada akhir sesi I. Penguatan ditopang sektor konsumer kebutuhan pokok yang melesat 3,5 persen, disusul sektor bahan baku dasar yang naik 1,7 persen dan sektor energi yang bertambah 1,1 persen. Sebanyak 416 saham menguat, 224 melemah, dan 323 stagnan, dengan nilai transaksi sesi ini mencapai sekitar Rp6,04 triliun.

Sentimen pasar hari ini juga dibayangi penantian investor terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Keputusan suku bunga acuan ini menjadi sorotan karena menjadi keputusan pertama yang diambil Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September 2026. Mayoritas responden dalam survei CNBC Indonesia memperkirakan BI Rate akan dipertahankan di level 5,75 persen.

Dari sisi eksternal, nilai tukar rupiah juga turut menjadi perhatian pelaku pasar. Mata uang rupiah tercatat sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.850 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya.