Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 13 poin atau 0,20 persen ke level 6.699 pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. Kenaikan tipis ini membawa indeks mendekati level 6.700, yang menurut analis menjadi penentu arah pergerakan dalam waktu dekat.

Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman menyebut dalam riset hariannya bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan jika berhasil menembus resistance di 6.700. Sebaliknya, jika gagal tembus level tersebut, ia memperkirakan indeks akan kembali bergerak sideways di kisaran 6.580 sampai 6.600.

Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Nikkei 225 Jepang turun 1,7 persen, KOSPI Korea Selatan melemah 0,58 persen, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,38 persen, dan S&P/ASX 200 Australia berkurang 1 persen. Ekonomi Jepang pada kuartal II 2026 tumbuh lebih cepat dari estimasi awal meski masih di bawah konsensus, sementara sentimen konsumen Australia turun tajam pada September.

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan yang sama, dengan S&P 500 turun 0,58 persen, Nasdaq melemah 0,32 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,18 persen. Pelemahan ini dipicu aksi jual saham sektor perangkat lunak di tengah kekhawatiran perkembangan kecerdasan buatan akan mengganggu bisnis perusahaan software, ditambah ekspektasi pasar menjelang pertemuan kebijakan suku bunga The Fed pada 15-16 September 2026 setelah data lapangan kerja AS Agustus jauh di atas perkiraan.