Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,13 persen ke level 6.509,77 pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang sudah terlihat sejak sesi pertama, ketika indeks juga ditutup turun tipis 0,01 persen di 6.517,23, sehingga sepanjang hari IHSG gagal keluar dari zona merah.

Berdasarkan pergerakan grafik, IHSG bahkan sempat jatuh di bawah level 6.500 pada pagi hari sebelum berangsur naik menjelang siang. Namun pemulihan itu tidak cukup kuat untuk membawa indeks bertahan di teritori positif hingga penutupan. Tekanan turut datang dari bursa Amerika Serikat yang mayoritas melemah, dengan Dow Jones turun 0,018 persen, S&P 500 turun 0,25 persen, Nasdaq Composite turun 0,52 persen, dan Russell 2000 anjlok paling dalam sebesar 1,39 persen.

Di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menguat. Saham BBCA naik 75 poin ke Rp6.475, BMRI naik 40 poin ke Rp4.250, dan BBRI naik 40 poin ke Rp3.190. Penguatan juga terjadi pada EMAS yang naik 175 poin ke Rp9.300 dan DSSA yang naik 5 poin ke Rp1.145. Sebaliknya, BUMI turun 4 poin ke Rp190, CUAN turun 5 poin ke Rp810, INET turun 10 poin ke Rp340, dan KIJA turun 8 poin ke Rp210.

Pergerakan yang beragam ini menunjukkan pasar yang masih selektif, di mana penguatan saham-saham unggulan belum cukup mengangkat IHSG secara keseluruhan. Pelemahan awal pekan ini juga terjadi setelah periode rebalancing indeks MSCI yang sebelumnya sempat meningkatkan volatilitas pasar.