Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menggelar serangkaian pertemuan bilateral dengan pejabat dagang Yunani, Rusia, dan Myanmar di sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10). Pertemuan ini membahas perluasan akses pasar produk Indonesia serta penyelesaian sejumlah kendala perdagangan yang masih mengganjal pelaku usaha kedua belah pihak.

Dengan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Theoharis Theoharis, pembahasan mencakup peluang pasar bagi produk makanan dan minuman, pertanian, furnitur, kerajinan, serta manufaktur Indonesia, termasuk penguatan UMKM dan sektor ekonomi kreatif. Pihak Yunani sendiri menyambut rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dalam waktu dekat, yang diharapkan ikut mengerek kinerja dagang kedua negara.

Dengan Rusia, pembicaraan menyentuh perkembangan perjanjian dagang bebas Indonesia dengan blok ekonomi Eurasia (EAEU) serta kerja sama di ritel, logistik, dan sistem pembayaran digital. Perwakilan jaringan ritel Rusia, X5 Retail Group, menyatakan minat menjajaki pasokan dari Indonesia untuk makanan olahan, mi, buah-buahan, dan produk perikanan, meski akses produk perikanan Indonesia ke Rusia masih terbentur urusan sertifikasi dan inspeksi yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut.

Sementara dengan Myanmar, kedua pihak membahas potensi dagang beras khusus, kacang hijau, serta karet, sekaligus menyiapkan Pameran Indonesia Expo 2026 pada 30-31 Oktober di Yangon sebagai sarana promosi produk Indonesia. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga meminta bantuan Myanmar menyelesaikan kendala izin impor bahan baku, suku cadang, dan kemasan yang dihadapi perusahaan Indonesia yang beroperasi di sana, dengan Kedutaan Besar RI di Yangon disebut akan ikut mengoordinasikan penyelesaiannya.