ISSP: Public Expose Ungkap Laba Semester I Naik 12%
Dalam public expose tahunan, manajemen ISSP mengungkap utilisasi produksi, proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei, dan target pertumbuhan laba 2026.
10 September 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menggelar public expose tahunan secara virtual pada 7 September 2026 pukul 11.00 sampai 11.45 WIB, dihadiri 67 peserta di luar jajaran manajemen dan karyawan. Perseroan diwakili oleh Wakil Direktur Utama Tedja Sukmana Hudianto, Chief Strategy and Business Development Officer yang juga menjabat Corporate Secretary and Investor Relations Johanes Wahyudi Edward, serta Corporate Secretary Associate Felicia Priska Handoko. Agenda mencakup ringkasan perusahaan, kinerja semester I 2026, prospek pasar, aspek lingkungan sosial dan tata kelola, strategi 2026-2027, dan pembaruan proyek Spindo.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen menyebut utilisasi kapasitas produksi pipa baja secara kalkulasi median sekitar 50 persen, namun faktual di lapangan bisa mencapai 75 persen. Angka yang terlihat kecil ini disebut sengaja terjadi karena Perseroan berinvestasi pada mesin berteknologi lebih tinggi sehingga kebutuhan produksi yang dulu memerlukan tiga shift kini cukup satu shift, termasuk lini baru bernama SPINDO 7. Perseroan juga mengonfirmasi telah memproduksi dan mengirim pipa baja untuk proyek pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangkei (DUSEM), tetapi penagihan baru bisa dilakukan setelah terbit berita acara serah terima di lapangan, sehingga dampaknya ke pendapatan baru akan terlihat di semester II 2026 dan semester I 2027. Manajemen menegaskan tidak ada satu proyek pun yang mencapai 5 persen dari total komposisi penjualan Perseroan.
Soal kinerja, manajemen menyampaikan laba Perseroan pada semester I 2026 tumbuh 12 persen, dan secara historis semester II biasanya lebih kuat dari semester I. Perseroan menyatakan optimistis mencapai target 2026 didukung proyek pipa gas dan pembangunan data center, dengan menyebut kontraktor data center asal Tiongkok turut memilih pipa baja lokal termasuk produk SPINDO. Perseroan juga menegaskan produk pipa impor tidak dapat dipakai untuk proyek pemerintah maupun swasta karena wajib bersertifikasi SNI, sehingga tidak mengkhawatirkan persaingan dari produk impor tersebut.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal ISSP? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.