Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk mulai merintis usaha sejak masih kuliah dan menjajaki peluang menjadi eksportir. Ajakan itu disampaikan saat kuliah umum pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekaligus memperkenalkan program Campuspreneur, skema pembinaan yang menyasar mahasiswa dan pelaku usaha kecil di lingkungan kampus. Bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia usaha, program ini menawarkan jalur konkret untuk belajar ekspor sebelum lulus, bukan sekadar mencari kerja setelah wisuda.

Untuk bergabung dalam Campuspreneur, Kemendag hanya mensyaratkan kampus memiliki UMKM binaan dengan produk yang sudah layak jual. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan dilatih menyiapkan produk sesuai standar ekspor, memahami kebutuhan pasar tujuan, dan berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri. Kemendag juga membuka jalur magang di kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, tempat mahasiswa bisa langsung berlatih mencari pembeli di lingkungan bisnis yang nyata.

Angka BPSNilai ekspor
25,5 miliar US$Juni 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 2,26 miliar US$ dibanding Mei 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (23.835,5).

Januari 2024: 20,6 miliar US$Februari 2024: 19,3 miliar US$Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$JanAprJulOktJanAprJulOktJanAprJun20242025202626.29019.349Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$JulSepNovJanMarMeiJun2025202626.29022.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Program ini berjalan berdampingan dengan skema UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), yang menurut Kemendag telah membukukan pesanan pembelian dan potensi transaksi sekitar US$333,68 juta sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sebagian besar penjajakan bisnis dalam program ini dilakukan lewat pertemuan virtual antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli asing, tanpa pertemuan tatap muka langsung. Kemendag turut mengundang mahasiswa dan UMKM binaan kampus untuk memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, sebagai ajang promosi produk ke pembeli internasional.