Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan menggelar seminar diseminasi hasil analisis perdagangan di sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (17/10). Kepala BKPerdag Mardyana Listyowati menegaskan bahwa membuka akses pasar lewat perjanjian dagang baru berguna kalau pelaku usaha, terutama UMKM dan usaha daerah, benar-benar siap memanfaatkannya.
Hingga semester I 2026, Indonesia telah menjalankan 25 perjanjian dagang di berbagai forum internasional. Untuk mendorong pemanfaatannya, Kemendag mengotomatisasi penerbitan surat keterangan asal preferensi, dokumen yang dibutuhkan eksportir agar produknya mendapat tarif khusus di negara tujuan, melalui sistem INATRADE, sekaligus mempromosikan produk Indonesia lewat pameran seperti TEI.
Kemendag mengutip proyeksi IMF bahwa ekonomi dunia tumbuh 3,1 persen pada 2026 dan naik ke 3,4 persen pada 2027, sementara WTO memperkirakan volume perdagangan barang dunia tumbuh 3,9 persen pada 2026 dan 4,1 persen pada 2027. Di tengah proteksionisme dan ketegangan geopolitik yang meningkat, neraca dagang Indonesia Januari sampai Agustus 2026 mencatat surplus US$7,25 miliar, ditopang ekspor nonmigas senilai US$185,63 miliar.
Tiga pembicara memaparkan analisis spesifik. Pasar Rusia dinilai berpotensi menyerap lebih banyak produk Indonesia karena sanksi internasional membuat negara itu mencari mitra dagang baru di luar negara Barat. Sementara itu, proyeksi dampak Indonesia-Peru CEPA terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 0,0084 persen dengan kenaikan investasi 0,0045 persen, dan Indonesia-EAEU CEPA menyumbang pertumbuhan 0,0039 persen dengan kenaikan investasi 0,03 persen. Ekonom Bank Dunia Mochammad Pasha menambahkan bahwa perjanjian dagang saja tidak cukup untuk mengubah akses pasar menjadi hasil ekspor, perlu reformasi pelengkap di dalam negeri.
Seminar ini dihadiri lebih dari 80 peserta dari kalangan pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat umum. Salah satu peserta, Listi dari komunitas petani kopi Garut, mengatakan ia mendapat informasi langkah-langkah praktis mengekspor kopi yang akan dibawanya kembali ke komunitasnya.
