Kementerian Perdagangan meluncurkan program fasilitasi sertifikasi barcode bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, bekerja sama dengan GS1 Indonesia selaku penerbit resmi kode batang produk di dalam negeri. Sebanyak 100 UMKM lolos kurasi awal dari proses pendaftaran terbuka, dan jumlah itu akan disaring lagi menjadi 50 UMKM yang benar-benar mendapat fasilitasi sertifikasi. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut barcode sebagai syarat teknis yang membuat produk UMKM lebih mudah diterima sistem pencatatan ritel modern, sehingga program ini menyasar UMKM yang selama ini terhambat masuk jaringan toko besar justru karena belum punya kode batang.
Dari total pendaftar program, 94 persen merupakan UMKM produk pangan dalam kemasan, sedangan 6 persen sisanya produk kecantikan seperti sabun, sampo, dan kosmetik. Mendag Budi Santoso menyebut potensi pasarnya besar karena jumlah gerai minimarket di Indonesia sudah lebih dari 50 ribu unit, belum termasuk supermarket dan department store. Ia juga menyinggung bahwa barcode memberi identitas produk yang dikenali secara internasional, yang menurutnya relevan bagi UMKM yang ingin merambah pasar ekspor.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kemendag yang lebih luas menggandeng Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) melalui kegiatan business matching yang mempertemukan UMKM dengan peritel modern. Sepanjang 2025 hingga 2026, Kemendag mencatat sekitar 932 UMKM telah difasilitasi bertemu peritel dan pusat perbelanjaan, antara lain MAP Group (Sogo dan Alun Alun Indonesia), Hero Supermarket, Metro Department Store, AEON Indonesia, IKEA Indonesia, serta KAI dan KAI Services.
Salah satu peserta yang lolos kurasi awal adalah PT Choco Kreasi Sehat. Pemiliknya, Dian Annisa, mengatakan ketidakpunyaan barcode selama ini menjadi kendala utama produknya untuk masuk ritel modern, sehingga fasilitasi dari Kemendag dianggap membantu langsung. Kemendag juga mengajak pelaku UMKM untuk mengikuti Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, sebagai kesempatan tambahan memperluas akses pasar hingga ke luar negeri.
