Pemerintah mengkaji pembatasan pembelian Pertalite bagi rumah tangga desil 9-10, kelompok kesejahteraan tertinggi dalam data pemerintah.
12 Agustus 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
Pemerintah tengah mematangkan rencana membatasi pembelian Pertalite bagi rumah tangga yang masuk kelompok desil 9 dan 10. Rencana ini membuat istilah desil, yang selama ini lebih dikenal dalam urusan bantuan sosial, kini ikut menentukan siapa yang masih boleh membeli BBM bersubsidi itu.
Desil adalah cara pemerintah mengurutkan seluruh rumah tangga menjadi sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, dari yang paling rendah di desil 1 sampai paling tinggi di desil 10. Urutan ini dipakai sebagai alat bantu untuk menentukan siapa yang berhak menerima berbagai program pemerintah, termasuk kini soal subsidi energi.
Penting dicatat, masuk desil tertentu bukan berarti otomatis mendapat atau kehilangan bantuan, karena desil hanya salah satu alat pemetaan, bukan keputusan final. Dua keluarga yang sama-sama berada di satu desil pun belum tentu punya kondisi hidup yang identik, dan posisi desil seseorang bisa berubah setiap kali data sosial-ekonomi pemerintah diperbarui.
Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM masih mengkaji mekanisme teknis pembatasan ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pembatasan subsidi Pertalite kemungkinan dilakukan bertahap, menyasar kelompok dengan tingkat pengeluaran tinggi terlebih dahulu.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.