Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meminta jajarannya berhenti berkutat di tahap wacana dan langsung menjalankan program ekonomi yang benar-benar dirasakan warga di wilayah perbatasan. Arahan ini disampaikan dalam rapat koordinasi perdana bersama pimpinan BNPPDT di Jakarta, Selasa (20/10). Fokusnya pada program yang praktis dan murah, bukan rencana besar yang lama dieksekusi.

Maruli menginstruksikan agar setiap konsep peningkatan ekonomi masyarakat yang terlihat tidak mahal dan mudah dijalankan langsung diuji coba di lapangan. Untuk mendukung itu, ia memerintahkan pembentukan tim khusus yang melibatkan akademisi, mahasiswa, dan para ahli. Tim ini bertugas memetakan potensi dan kebutuhan spesifik di tiap daerah, misalnya kebutuhan transportasi air dan sarana infrastruktur penunjang lainnya, yang hasilnya akan jadi acuan BNPPDT menyusun rencana pengembangan wilayah.

Meski ada perubahan pendekatan ini, Maruli menegaskan pekerjaan yang sudah berjalan tidak boleh terganggu. Ia meminta seluruh jajarannya tetap produktif dan segera melaporkan hambatan yang butuh solusi cepat. Lewat pemetaan potensi yang lebih akurat, BNPPDT berharap bisa mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan dan daerah terpencil secara lebih tepat sasaran.